Smartnewstapanuli.com




WN RRC ditemukan tewas tergantung di pohon kelapa sawit

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 07:59
  • / 19 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 1285 Kali Dibaca
WN RRC ditemukan tewas tergantung di pohon kelapa sawit
Korban semasa hidup, terlihat menggendong anaknya yang masih balita.

SUMATERA UTARA – Seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat Cina (RRC) yang bernama Song Jinbu alias M Alwi (33) ditemukan tewas tergantung di pohon sawit, Kamis (10/8/2017) siang. Korban tercatat bernomor pasport: E61052210 dan visa: V6C099035 yang tinggal di Dusun III, Desa Pintu Air, Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Adalah Amiruddin (49) warga Lingkungan VI, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, yang pertama sekali menemukan korban tewas dengan kondisi lengan tangan kiri mengalami luka sayat urat nadi putus, di sebuah kebun kelapa sawit di Jalan Pangkalan Brandan Pangkalan Susu.

Informasi diperoleh, pada Selasa (8/8/2017) pukul 21.00 WIB korban bersama istrinya Rika Sugiarti pergi ke Pasar malam di Jalan Pangkalan Brandan Pangkalan Susu dengan mengendarai sepedamotor. Selanjutnya pukul 21.35 WIB, mereka berniat pulang ke rumahnya, namun saat dalam perjalanan sepedamotor yang dikendarai mengalami bocor ban.

Kemudian, istrinya pergi untuk menempelkan ban di Jalan Pangkalan Brandan, Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu, sedangkan korban menunggu di pinggir Jalan Tanjung Pasir Panton, Desa Sei Siur, Pangkalan Susu.

Pada pukul 21.55 WIB, istri korban selesai menempel ban dan menjemput suaminya. Namun korban tidak berada lagi di tempat semula. Selanjutnya istri korban menghubungi HP korban guna menanyakan dimana keberadaannya.

Posisi mayat korban saat ditemukan tergantung di pohon kelapa sawit.

Saat itu, korban menjawab sambil menangis karena tidak tahu berada dimana dirinya sekarang. Kemudian istrinya berusaha mencari suaminya itu. Dan saat berada di Jalan Pangkalan Brandan, Kelurahan Beras Basah ia bertemu seseorang bernama Cici.

Ketika itu, Cici memberitahukan bahwa sebelumnya ada melihat korban sedang berjalan kaki di Jalan Pangkalan Brandan, Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu dan telah melewati pasar malam. Menerima informasi itu pelapor berusaha mencari, namun korban tidak ditemukan.

Keesokan harinya, istrinya melaporkan bahwa suaminya hilang ke Mapolsek Pangkalan Susu. Atas laporan, petugas berusaha mencarinya, namun korban masih belum ditemukan keberadaannya.

Hingga akhirnya korban ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia tergantung di pohon sawit, dan lengan tangan kirinya mengalami luka sayat, Kamis (10/8/2017) pukul 13.15 WIB.

Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kapolsek Susu AKP Bambang P, ketika dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, Kamis (10/8/2017) malam, membenarkan peristiwa tersebut.

Kapolsek mengakui bahwa sebelumnya korban hilang pada Selasa (8/8/2017) malam, namun dilaporkan istrinya ke Polsek Pangkalan Susu pada Rabu (9/8/2017) pagi sekira pukul 09.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, kita langsung mencarinya dengan mencoba menelepon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di SMS,” ujar Kapolsek.

Mayat korban saat dievakuasi.

Diakui Kapolsek pihaknya juga sudah melakukan pengecekan BTS terhadap HP korban dan diketahui masih aktif dengan posisi ada di wilayah Stabat.

“Kita mengecek melalui BTS dan HP-nya masih hidup dan bahkan kembali lagi mencoba menelepon HP korban, namun tidak diangkat dan dibalas saat dihubungi maupun di SMS. Hingga akhirnya saya mendapat kabar dari anggota bahwa korban sudah ditemukan oleh warga, telah meninggal dunia tergantung di pohon kelapa sawit, dan lengan tangan kirinya mengalami luka sayat,” kata Kapolsek.

Setelah ditemukan, sambung Kapolsek, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi, guna mencari tahu penyebab kematiannya.

Berdasarkan laporan yang diterima, diketahui korban pernah bekerja di PLTU Pangkala Susu pada Tahun 2015 dan menikah dengan istrinya itu tahun 2016. Atas perkawinan tersebut mereka memiliki seorang anak yang masih berusia 7 bulan.

“Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” pungkas Kapolsek.

Korban idap penyakit kesakitan buang air kecil

Pernah juga istrinya, sebut Kapolsek, membawa korban ke RS Bunda Thamrin Medan, namun tidak ada dokter spesialis untuk penyakit yang dialaminya, sehingga dia kembali di bawa pulang.

Menurut istrinya, sebelumnya korban mengalami sakit demam dan kesakitan saat buang air kecil yang sempat berobat ke RS Pertamina Pangkalan Brandan. (ian)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional