oleh

Menyusuri Danau Hantu di Tapanuli Tengah

Tapteng – Tapian Nauli adalah sebuah kecamatan terluas di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, yang wilayahnya juga mencakup kawasan Pulau Mursala. Kecamatan Tapian Nauli ini berbatasan langsung dengan Kota Sibolga disebelah selatannya.

Tapi walaupun dekat dengan Kota Sibolga, masih banyak masyarakat yang belum tahu keaneka ragaman daerah ini, yang cukup komplit serta memiliki keunikan serta sejarah yang tidak terpisahkan dengan asal mula Kota Sibolga.

Saya yang suka “maradak” (adventur bahasa kerennya) sering terkaget-kaget menemukan hal-hal baru di sini.

Bermula dari informasi samar-samar tentang adanya dua buah danau bernuansa misteri, saya nekad menyusuri dimana lokasi sebenarnya danau ini. Berbekal tanya-tanya saya mendapatkan info dari warga Poriaha yang pernah tersesat ke sana.

Yah ternyata awal ditemukannya danau ini adalah karena warga yang tersesat, karena bila dicari benar tidak pernah bertemu ! Itulah sebabnya danau ini diberi nama Danau Begu (Hantu,red).

Syafriwal Marbun

Dahulu sekeliling danau ini ditutupi rapatnya hutan rimba. Tidak ada yang tahu bahwa ditengah rimba yang rapat tersebut ada dua danau yang berdekatan yang berair jernih serta dihuni aneka jenis ikan air tawar.

Barulah setelah hutan ditebangi untuk diambil kayunya, secara perlahan danau ini tersibak keberadaannya.

Sehingga kini sudah mulai dilirik masyarakat sekitar Poriaha sebagai destinasi wisata baru walau belum populer.

Saat saya datangi, danau ini masih belum layak dikunjungi karena masih dilingkupi semak. Perlu penataan lagi agar nyaman didatangi. Belum adanya tempat istirahat serta jalan yang bisa dimasuki kenderaan roda empat turut mempersulit akses masuk.

Berada tak jauh dari PLTU Labuhan Angin yang menarik peminat pemancing ikan air laut, nampaknya danau ini layak dimasukkan target memancing air tawar/danau sehingga bisa menambah PAD Tapian Nauli. Hanya perlu sedikit lagi pembenahan maka alternatif hiburan di sekitar Sibolga akan bertambah.

 

Oleh: Syafriwal Marbun

Komentar