Smart News dan Pembaca Bantu Bayi Wahyuni

  • Whatsapp
Foto: Pimred Smartnewstapanuli.com Syaren Situmorang saat menyerahkan bantuan kepada ibunda bayi Wahyuni Aritonang, Dewi Sartika Hutauruk di gedung PICU RSUD Pandan, Rabu 5 September 2018. Foto: Mora.

Pandan – Pimpinan Redaksi Media Online Smartnewstapanuli.com Syaren Situmorang menyerahkan bantuan kepada keluarga Wahyuni Aritonang, bayi penderita pembengkakan pembuluh darah yang kini dirawat di RSUD Pandan, Tapanuli Tengah, Sumut, Rabu 5 September 2018 siang.

“Jumlah nominal sumbangan ini tak seberapa, namun kiranya dapat membantu meringankan beban biaya selama proses pengobatan adik kami Wahyuni. Selain dari Smartnewstapanuli, ada juga sumbangan dari pembaca setia kami,” ujar Syaren.

Bantuan itu diterima langsung oleh ibunda bayi Wahyuni, Dewi Sartika Hutauruk di depan gedung PICU RSUD Pandan.

“Saya mewakili keluarga menyampaikan banyak terimakasih kepada Smartnewstapanuli, dan pihak-pihak yang telah dengan ikhlas membantu. Hanya doa yang dapat kami sampaikan, semoga kebaikan itu mendapatkan balasan dari Tuhan,” ucap Dewi Sartika.

Pada kesempatan itu, Dewi Sartika menyampaikan bahwa anak keempatnya itu akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai di Kota Medan. Namun pihaknya masih menunggu terbitnya kepesertaan BPJS kesehatan bagi Wahyuni.

“Kami sudah urus BPJS-nya sejak tanggal 24 Agustus lalu, katanya tanggal 7 September nanti baru keluar. Dokter juga bilang Wahyuni harus dirujuk ke Medan,” kata Dewi Sartika.

Wahyuni Aritonang penderita penyakit pembengkakan pembuluh darah terbaring di rumahnya. Foto: dok_Istimewa.

Secara umum, kondisi Wahyuni belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Dewi Sartika menyebutkan, sesuai pernyataan dokter yang menangani anaknya itu, bahwa saat ini pengobatan Wahyuni hanya sebatas mengurangi rasa nyeri dan mencegah pertambahan pembengkakan di bagian kepala dan leher belakang.

“Kata dokter harus dioperasi di Medan,” tandasnya.

Sebelumnya, dengan menggunakan ambulans, bayi Wahyuni dilarikan dari rumahnya ke IGD RSUD Pandan pada Senin 3 September 2018 sore karena kondisinya drop.

Bayi malang buah hati Frenki Aritonang (34) dan Dewi Sartika Hutauruk itu lahir pada 6 Juli 2018 lalu di rumahnya di Dusun III Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dua pekan kemudian Wahyuni mengalami demam tinggi, hingga kemudian muncul pembengkakan pada kepala dan leher belakang. Hasil diagnosa dokter menyebutkan ada penyumbatan pembuluh darah. (Mora)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *