Pedagang di Tapteng Mengeluh Dampak Covid-19

  • Whatsapp
FOTO: Suasana di Warung kopi Kim's Coffee yang tampak sepi akibat penyebaran virus corona.Para pedagang mengharapkan adanya dana stimulus dari pemerintah untuk membantu perekonomian mereka. (Foto: Ist)

SmartNews, Tapanuli – Para pedagang di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kini mengeluh dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Imbauan pemerintah terhadap masyarakat untuk menjaga jarak atau Social Distancing serta mengurangi aktivitas di luar rumah sangat mengurangi penjualan pedagang. Mereka pun mengharapkan adanya dana stimulus dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan, Jumat (27/3/2020), salah seorang pemilik warung kopi di Pandan, mengungkapkan, warungnya sepi sejak penyebaran virus corona.

Dia pun mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk mengurangi dampak kerugian yang dirasakan oleh mereka.

“Kalaulah boleh kami meminta kepada pemerintah untuk menggulirkan dana bantuan kepada para pedagang, sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan walaupun melambat, karena kita sama-sama tahu kondisi pahit saat ini,” ungkap Ameng (49) pemilik Kim’s Coffee Pandan.

Hal senada juga disampaikan H. Adlim Tanjung (75), pedagang sate yang tiap hari mangkal di Pandan.

Dia mengatakan, hasil jualannya turun drastis karena pembeli sedikit.

“Sepi pembeli pak, dan saya terpaksa jualan demi kebutuhan hidup. Minta tolonglah sama pemerintah agar dibantu kami para pedagang kecil ini, karena hidup kami dari jualan ini pak,” katanya.

Sedangkan boru Sinulingga (59), salah seorang pedagang nasi di Pandan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan masker. Kalaupun ada harganya Rp7.500/buah.

“Kami diimbau untuk memakai masker, sementara masker sulit didapat. Kalaupun ada harganya Rp7500/buah. Jadi mohonlah kami dibantu para pedagang ini agar mendapatkan masker, karena untuk membeli masker saja uang tidak ada, karena penjualan sangat sepi. Dan sayapun sangat setuju kalau pemerintah memberikan bantuan dana atau stimulus buat kami, agar kami bisa bertahan di situasi sulit ini,” ujarnya.

Demikian juga halnya dengan pedagang sayur mayur yang ada di Pajak Pandan, mereka turut mengeluhkan hal yang sama. Berharap Mereka adanya kebijakan dari pemerintah untuk memberikan dana stimulus untuk usaha mereka.

Berdasarkan pantauan wartawan di sejumlah lokasi di Pandan, aktivitas warga sudah mulai berkurang, bahkan sejumlah warung makan dan juga warung kopi ada yang tutup. (jg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *