Ada ‘Pocong’ Tidur di Pinggir Jalan Lintas Sibolga-Padangsidimpuan, Ada Apa?

  • Whatsapp
FOTO: Penampakan 'Pocong' Ditidurkan di Atas Kursi di Pinggir Jalan Lintas Sibolga-Padangsidimpuan di Depan Pos Lantas Pandan, Tapteng. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Tim Begu Ganjang Pemburu Covid-19 Polres Tapteng, beraksi di depan Pos Lantas Pandan, Kab.Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut), Jumat (25/9/2020).

Tim ini dibentuk oleh Polres Tapteng dan sudah dilepas oleh Kapolres, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, kemarin dari Mapolres Tapteng.

Bacaan Lainnya

Tugas dari tim ini diketahui tidak lain adalah untuk sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19, sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya penggunaan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak di kerumunan, mencuci tangan di air mengalir dengan sabun dan aturan lainnya.

Sepertinya kepolisian tak habis akal, bagaimana masyarakat agar semakin patuh terhadap protokol kesehatan, sehingga melakukan cara ini dengan membentuk pemburu covid-19 yang diberi nama Tim Begu Ganjang.

Sebab, upaya yang dilakukan kepolisian selama ini mungkin saja dianggap belum ampuh, karena masih banyaknya masyarakat Tapteng yang kepergok tidak mematuhi protokol kesehatan dalam patroli dialogis serta Operasi Yustisi 2020 yang sudah dilaksanakan.

Dalam aksi perdananya di Jalan Lintas Sibolga-Padangsidimpuan, tepatnya di depan Pos Lantas Pandan, sebagian personil Tim Begu Ganjang Pemburu Covid-19 ini dipermak bak hantu.

Mereka memakai baju putih dan hitam serta dipakai rambut panjang. Selain itu, sebuah boneka juga dipermak yang persis seperti pocong dan ditidurkan di atas sebuah tempat dan kursi di pinggir jalan.

Selanjutnya, masyarakat yang terjaring tim ini, diperhadapkan dengan pocong buatan itu. Mereka juga dipakaikan kalung bermacam tulisan yang bunyinya tentu saja untuk mematuhi protokol kesehatan.

Tampak dalam foto diterima, Kasat Binmas Polres Tapteng, Iptu Rensa Sipahutar memberikan arahan dan nasehat kepada warga yang terjaring oleh tim.

Sayangnya, belum ada penjelasan dari Polres Tapteng, bagaimana tim ini kemudian diputuskan diberi nama Begu Ganjang dan bagaimana mereka berburu Covid-19.

Namun pada pelepasan kemarin, Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto mengatakan, tim ini menjalankan misi kemanusiaan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah hukumnya.

“Kapolres berharap, kiranya dengan dibentuknya tim ini dapat mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Paur Subbag Humas Polres Tapteng, Ipda JS Sinurat, Jumat (25/9/2020).

Prokontra terjadi akibat tim ini diberi nama Begu Ganjang. Hal ini dilihat lewat komentar warganet di laman Facebook media ini.

Ada yang menyebut, maunya nama tim nya dibuat saja misalnya Tim Wallet. Lainnya, malah kaget, dan bertanya apakah polisi kenal dengan Covid-19.

Mantap, unang hita mekkel. Pasti adong filosopina boasa dibaen goar ni tim na begu ganjang. Hajar terus, semoga ampu mengatasi penyebaran corona,” akun Hery Hutagalung memberikan dukungannya.

Banyak nama/sebutan yang mengandung hal positif. Sungguh di sayangkan, tidak memberi makna/pesan positif. Misal: Tim Walet,” tulis Dion Sahbrani Situmorang.

Saran: kalau ketemu COVID19 jangan kasih ampun Komandan, langsung tindak tegas ditempat,” kata akun Viora Suryandra. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *