Perintah Bupati Masinton ke Disperindag: Aktifkan Pasar Terminal Terpadu Pandan

IMG 20250813 143709
Foto: Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu bersama jajarannya meninjau Pasar Terminal Terpadu Pandan belum lama ini. (Dok/istimewa)

TAPTENG – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengaktifkan kembali Pasar Terminal Terpadu Pandan sebagai pusat transaksi perdagangan bahan pokok masyarakat.

“Tentu sangat disayangkan, Pemkab Tapteng punya aset bangunan pasar tradisional, tapi gak diaktifin. Maka kita minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengoperasikan kembali pasar tersebut,” kata Masinton Pasaribu, Rabu (13/08/2025).

Bacaan Lainnya

Masinton juga memerintahkan Disperindag Tapteng untuk segera melakukan pembenahan pasar dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pedagang terhadap rencana pengoperasian kembali pasar tradisional tersebut.

Sementara itu, Kabid Pasar Disperindag, Rasmin Simbolon membenarkan, bahwa pihaknya sedang melakukan pembenahan Pasar Terminal Terpadu Pandan, di Jalan Jenderal Feisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan.

“Pemkab Tapteng berencana mengaktifkan kembali Pasar Terminal Terpadu Pandan, sesuai instruksi Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu,” katanya.

Rasmin Simbolon menyebut, pembenahan yang dilakukan pihaknya adalah pembersihan seluruh lokasi pasar, lapangan parkir dan saluran drainase.

“Selama ini, pasar tradisional itu digunakan sebagai tempat mar-onan (pekan) dan hanya dibuka dua kali seminggu, yakni pada setiap Selasa dan Sabtu,” kata dia.

Setiap hari onan, pasar tersebut ditempati sejumlah pedagang sayur yang umumnya datang dari luar daerah, maupun pedagang lokal yang menjajakan bahan pokok.

Lebih lanjut Rasmin Simbolon mengungkap, pasar tradisional yang lokasinya berdekatan dengan eks Terminal Terpadu Pandan itu sebenarnya telah dilengkapi kios dan balairung (untuk pedagang pelataran).

Beragam fasilitas pendukung lainnya juga sudah tersedia di pasar tradisional tersebut di antaranya, listrik, toilet, hingga lapangan parkir.

“Berdasar data yang ada sama kami, terdapat 116 kios permanen dan 80 pelataran di lima balairung, termasuk 20 meja untuk pedagang ikan,” sambung Rasmin Simbolon.

Tetapi, kios dan balairung tersebut tidak pernah digunakan. Pedagang yang berjualan saat hari onan lebih memilih untuk membangun sendiri pondok-pondok di kawasan pasar.

“Untuk pondok-pondok yang dibangun sendiri oleh pedagang di lokasi pasar, nantinya akan kita suruh dibongkar dan para pedagang kita tempatkan di pelataran,” katanya.

Begitu pula dengan kios permanen yang tak pernah dibuka, akan dikoordinasikan lagi dengan eks pemiliknya.

“Kita lakukan pembenahan dulu, baru kita berkoordinasi dengan pihak yang terkait sesuai arahan dan instruksi pimpinan,” kata Rasmin Simbolon. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *