TAPTENG – Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya bersama Pejabat Utama (PJU) menyambangi SMA Negeri 2 Tukka, Selasa pagi (11/11/2025).
Kunjungan orang nomor satu di Polres Tapteng itu ke sekolah tersebut untuk memberikan pembinaan dan edukasi kepada para pelajar.
“Ini merupakan program edukatif Police Goes to School merupakan inisiatif pembinaan dan edukasi langsung kepada siswa, khususnya sebagai tindak lanjut atas insiden yang melibatkan sejumlah pelajar sekolah tersebut beberapa waktu lalu,” kata AKBP Wahyu Endrajaya.
Kapolres Tapteng bertindak sebagai pembina apel, diikuti barisan seluruh PJU, Kepsek SMA Negeri 2 Tukka, Simron Manurung, Polsek Pandan, para guru serta ratusan siswa.
Orang tua/wali dari siswa-siswa yang sebelumnya diidentifikasi memerlukan bimbingan lebih lanjut terkait insiden yang terjadi sebelumny, turut hadir.
“Saya mengapresiasi pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan,” kata AKBP Wahyu Endrajaya mengawali sambutannya.
Dia menegaskan bahwa sekolah adalah fondasi awal untuk menggapai cita-cita.
Di kesempatan ini, Kapolres AKBP Wahyu mengajak para siswa untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya, serta menanamkan rasa hormat kepada guru dan teman sebaya.
“Fokus kita datang ke sekolah ini untuk memberikan edukasi dan bimbingan mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari perilaku melanggar aturan,” katanya.
Kapolres Tapteng menyebut bahwa sejumlah siswa telah diikutsertakan dalam sesi pembinaan khusus terkait insiden yang terjadi pada Jumat minggu lalu.
“Adik-adik kami semua, kehadiran kami di sekolah ini adalah untuk memberikan edukasi dan bimbingan, agar kalian fokus pada hal-hal positif. Sebagian dari adik-adik kami ada yang mengikuti sesi pembinaan karena mungkin saat itu khilaf atau salah pergaulan,” tegasnya.
“Kami berharap adik-adik tidak mengulangi tindakan yang dapat menghambat masa depan dan cita-cita kalian. Hukum ada untuk melindungi, tetapi juga memberikan konsekuensi bagi yang melanggar,” sambung Kapolres.
Seluruh siswa diimbau agar tidak mengulangi tindakan melanggar hukum, seperti perkelahian massal, atau tindakan merugikan lainnya.
“Saya justru menantang para siswa untuk menunjukkan kehebatan mereka melalui jalur yang positif. Kalau adik-adik merasa hebat, mari tunjukkan kehebatanmu dengan prestasi belajar, agar cita-cita kalian nantinya dapat tercapai dan bisa membanggakan orang tua dan keluarga,” pesannya.
Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan sebagai upaya proaktif untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya pelanggaran hukum di kalangan pelajar di wilayah hukum Tapteng. (ren







