Bupati Tapteng dan Uskup Letakkan Batu Pertama Pembangunan 36 Unit Huntap di Ampolu Badiri

WhatsApp Image 2026 06 03 at 05.44.32
FOTO: Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga dan lainnya berfoto bersama usai peletakan batu pertama huntap di Lubuk Ampolu Kecamatan Badiri.

TAPTENG – Bupati Tapteng Masinton Pasaribu melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat korban bencana alam di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Rabu 3 Juni 2026.

Acara diawali ibadah pemberkatan dipimpin Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

Bacaan Lainnya

Mengawali sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu mengapresiasi Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga yang telah menginisiasi program kemanusiaan ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga mulainya pembangunan hunian tetap ini,” kata Masinton  Pasaribu.

Masinton menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi keimanan dan wujud nyata kepedulian antarsesama. Sebagai bentuk komitmen gotong royong, Pemkab Tapteng memastikan akan mengawal seluruh proses legalitas lahan serta memfasilitasi kebutuhan infrastruktur pendukung.

“Pemerintah akan menyiapkan legalitas lahan dan pemenuhan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun Huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka, selain bantuan air bersih yang sudah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini cepat selesai agar para penerima manfaat bisa segera menempatinya,” katanya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, dalam pemberkatannya mendoakan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

“Semoga Tuhan memberkati pekerjaan pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terkena dampak musibah bencana alam pada 25 November 2025 lalu. Apa yang kita harapkan dan cita-citakan bersama dapat berjalan dengan lancar,” kata Mgr. Fransiskus.

Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata bahwa gereja dan pemerintah terus bergerak mendampingi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.

“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi melayani masyarakat yang membutuhkan,” kata Pastor Walter.

WhatsApp Image 2026 06 03 at 05.44.33

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Adrianus Laoly, salah seorang perwakilan warga penerima manfaat asal Pagaran Honas dan Lubuk Ampolu. Ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan jajaran Pemkab Tapteng.

“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan dan terima kasih kepada Pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pasca-bencana. Setelah kami menempati rumah ini nantinya, kami tetap mengharapkan bimbingan dan pendampingan dari Pemerintah agar kehidupan ekonomi dan sosial kami bisa kembali membaik,” kata Adrianus.

Kegiatan peletakan batu pertama ini menandai dimulainya babak baru pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir pada Kegiatan ini Dandim 0211/TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono,  Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, para  Asisten, Pimpinan OPD, Camat Badiri, mewakili dari Kapolsek Pinangsori,  Kepala Desa Lubuk Ampolu, seluruh jajaran Keuskupan Sibolga, Para Penerima Manfaat serta masyarakat. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *