SIBOLGA – Manajemen Yayasan Arsha Imani Mandiri berkomitmen dan menunjukkan itikad baik menjaga kesejahteraan para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sibolga Hilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga.
Meski pencairan anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat masih mengalami penundaan, pihak yayasan menegaskan mengambil langkah proaktif dengan menanggulangi dan melunasi seluruh hak relawan menggunakan dana internal.
Ketua Yayasan Arsha Imani Mandiri, Mukhlis Benny Putra, menyampaikan bahwa penghentian sementara operasional dapur SPPG yang berlangsung hampir sepekan tersebut, murni dipicu oleh kendala administrasi pencairan di tingkat pusat.
”Dana dari BGN Pusat memang belum cair, sehingga operasional dapur dihentikan sementara dan pembayaran gaji sempat tersendat. Namun, kami dari yayasan mengambil inisiatif untuk menalangi terlebih dahulu hak-hak saudara relawan,” kata Mukhlis Benny Putra kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).
Mukhlis menegaskan, pihak yayasan tidak pernah sedikit pun mengabaikan kewajiban terhadap jajarannya.
Sebaliknya, yayasan pasang badan demi memastikan para relawan tidak dirugikan oleh kendala di BGN Pusat.
Sayangnya, dinamika penutupan sementara ini disinyalir sengaja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba memperkeruh suasana di tengah upaya manajemen menyelesaikan penyesuaian operasional ini secara kondusif dan profesional.
Sebelumnya, sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Yayasan Arsha Imani Mandiri di Sibolga Hilir, mengadakan aksi penyampaian pendapat terkait keterlambatan pembayaran hak mereka. Namun, hal ini telah diselesaikan oleh pihak Yayasan Arsha Imani Mandiri melalui dana internal.
Langkah cepat dan tanggap Yayasan Arsha Imani Mandiri dalam menalangi kewajiban finansial ini, menjadi bukti nyata transparansi serta integritas pengelola dalam mengawal program pelayanan gizi masyarakat di Kota Sibolga. (ren/ril)






