Pesan Bupati Masinton Pasaribu di Perayaan Paskah Oikumene Tapteng

IMG 20260424 WA0005

PANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) melaksanakan Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026, Kamis (23/04) di Gedung Serbaguna Pandan.

Perayaan paskah diawali Pawai dan dilepas oleh Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu dari TK Don Bosco Pandan menuju GOR Pandan, diikuti Barisan Forkopimda Tapteng, Ketua TP PKK Tapteng, Pengkhotbah Uskup Keuskupan Sibolga, Pastor dan Suster, para Pendeta, Barisan Paskibraka pembawa bendera, Marching Band, serta barisan Jemaat.

Bacaan Lainnya

 

Sebagai tanda dimulainya Perayaan Paskah Oikumene, Bupati Tapteng melepas Merpati di pintu gerbang GOR Pandan, dan di lanjutkan dengan ibadah.

Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransikus Tuaman Sasfo Sinaga dalam khotbahnya menyampaikan, bahwa pada 25 November 2025 Tapteng mengalami bencana alam banjir bandang dan tanah longsor. Dengan bencana ini mengakibatkan trauma putus asa.

“Namun, kita harus bangkit, bagaimana bencana ini mempersatukan kita. Jangan saling menyalahkan, saya mengajak kita bergandengan tangan berjalan bersama keluar dari kesulitan. Untuk keluar dari bencana ini, tidak cukup hanya Bupati, tidak cukup hanya Wakil Bupati, atau Sekda, tapi untuk keluar dari bencana ini, kita semua yang ada di Tapteng harus bekerjasama, saling membantu, termasuk para pemuka agama,” kata Uskup Sibolga.

IMG 20260424 WA0009

“Mari kita bersama-sama keluar dari masa kesulitan. Mari kita sama-sama menjaga alam hutan kita, menjaga kelestarian bumi, karena bumi adalah rumah kita yang menjadi tanggung jawab kita menjaganya. Semoga Tapanuli Tengah Naik Kelas, Selamat Paskah,” kata Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransikus Tuaman Sasfo Sinaga mengajak para Jemaat.

Mengawali sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan, Selamat Hari Raya Paskah.

“Paskah kali ini dengan sub tema Tapanuli Tengah bangkit lebih kuat dalam kesederhanaan dan sukacita. sesungguhnya makna dari Paskah bagaimana kita bangkit dari suatu keadaan masa sulit, untuk bangkit lebih kuat lagi dalam kesederhanaan,” kata Bupati Tapteng.

“Hari ini kita berdiri di antara dua kenyataan, luka yang masih tersisa dan harapan yang mulai menyala. Kita tidak lupa, kita pernah berjalan di tengah kesulitan, kita melihat rumah yang hancur, kita melihat tanah yang tertimbun, kehilangan keluarga, tapi saya mengajak kita semua untuk bangkit,” pinta Masinton Pasaribu.

Bupati Masinton mengatakan sejak awal bencana, Tapteng tidak pernah sendiri, bahkan pertama sekali daerah bencana yang dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia, pimpinan tertinggi di Republik ini, Presiden Prabowo Subianto.

“Begitu pun dukungan dari berbagai instansi, kementerian, lembaga, pemerintah, pusat, provinsi, kabupaten dan juga dari berbagai instansi vertikal yang ada di Tapteng, hadir membantu masyarakat Tapteng,” katanya.

“Bantuan bukan hanya datang dari unsur pemerintah, tapi juga dari unsur Gereja, dari Katolik, dari Protestan, dan juga dari seluruh elemen gereja bahu-membahu danan juga dari berbagai elemen, bukan hanya Gereja, Masjid, Vihara, dan juga dari berbagai. Lintas keyakinan dan agama lainnya,” ungkap Bupati Tapteng.

Bupati Tapteng menjelaskan, hal itu menampakkan bahwa
urusan bencana adalah urusan kemanusiaan, bukan urusan politik, dari berbagai partai politik, ketua umum partai politik juga datang membantu.

“Hingga saat ini kita tidak berdiri sendiri, dan Tapteng tidak sendirian. Kita disokong, didukung baik dari sisi anggaran, program, dan pelaksanaan dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan juga di kabupaten kita alokasikan untuk percepatan pemulihan Tapteng pasca bencana,” katanya.

Menutup sambutannya, Bupati Tapteng menyampaikan, bahwa Paskah bukan hanya perayaan.

“Ini adalah titik balik, titik dimana kita berhenti berkata kita adalah korban. Benar bahwa kita korban, tapi kita tidak cukup hanya dengan meratap bahwa kita adalah korban. Dan kita harus bangkit bersama Bapak Ibu, mulai berkata kita adalah pejuang-pejuang pemulihan. Dan kita harus bangkit dari korban menjadi pejuang-pejuang pemulihan tadi,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Paskah Julius Zamasi menyampaikan, paskah adalah momen yang penting yang harus dilaksanakan karena paskah adalah membebaskan dan menebus dosa.

Ketua BKAG Tapteng Frandy Panjaitan menyampaikan, terima kasih atas dukungan atensi dari pemerintah yang mendukung terlaksananya kegiatan Paskah ini.

IMG 20260424 WA0010

“Terima kasih atas kehadiran kita semuanya pada perayaan Paskah Oikumene Tapteng,” pungkasnya.

Perayaan Paskah ini mengusung tema “Kristus bangkit membarui kemanusiaan kita (2 Korintus 5:17), dan sub tema “Tapanuli Tengah bangkit lebih kuat dalam kesederhanaan dan sukacita.”

Pelaksanaan Paskah semakin meriah, dirangkai dengan hiburan Lucky Draw, dan penampilan artis ibu kota Gok Parasian Malau, Artis lokal Mega Flora Silalahi, Nowela Waruwu, dan persembahan lagu Pujian dari Paduan Suara Gereja Katolik St. Yosep Pandan, Paduan Suara Rege Sibuluan, Paduan Suara HKBP Dolok Nauli Pinangsori, Paduan Suara HKBP Distrik IX Sibolga, Tapanuli dan Nias serta Paduan Suara Seminari Aek Tolang.

Turut hadir Forkompinda Tapteng, Anggota DPRD, Ketua PKK Tapteng, Ny. Rismawaty Masinton Pasaribu, Staf Ahli I PKK Tapteng Ny. Masnoni Mahmud Efendi, Sekretaris Daerah Tapteng Binsar TH Sitanggang, dan Staf Ahli, Asisten, Pimpinan OPD Pemkab Tapteng, para Camat, Lurah/Kepala Desa, ASN,
Pendeta, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, para Jemaat, serta tamu undangan lainnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *