oleh

Ini Penyebab Murid Itu Tikam Gurunya

Tapteng – APT (16), murid SMK Negeri 1 Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang menikam gurunya, mengungkapkan alasan kenapa dia nekad melakukan tindakan tersebut. Pengakuan itu dipaparkan Kuasa Hukumnya Parlaungan Silalahi SH kepada awak Smart News, Selasa, 18 September 2018.

Parlaungan menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 15 September 2018. Namun sebelumnya ada rentetan kekesalan APT kepada guru otomotif PPS (44) yang menjadi korban.

Dimulai pada sekitar 2 bulan yang lalu, guru PPS menghukum APT karena sering bolos dan terlambat masuk sekolah.

“Dia (APT) membenci korban karena sekira dua bulan lalu, korban menyuruhnya jalan jongkok keliling lapangan sekolah sebanyak 50 kali. Karena dia sering cabut dan terlambat ke sekolah,” ujar Parlaungan.

Kemudian, masih Parlaungan, sekitar sebulan yang lalu, APT kembali kena sanksi dari sang guru. Dimana korban menyuruhnya keluar dari ruangan belajar dan mengambil sampah sekitar sekolah, karena sebelumnya APT kedapatan melempar kertas sampah kepada temannya.

“Saat itu kelasnya Ibu Saragih. Bu guru itu marah dan APT dikeluarkan dari kelas. Oleh korban, APT kemudian disuruh mengambil sampah hingga jam pulang sekolah,” katanya.

Pada hari itu, APT sempat menemui korban. Dia meminta agar waktu hukuman memungut sampah itu dikurangi.

“Pelaku saat itu minta agar dikurangi. Kurangilah Pak. Tapi oleh korban, ia malah dibilang melawan. Dan korban mengatakan agar APT pulang dari sekolah,” jelas Parlaungan.

Sejak saat itu, timbul kebencian APT kepada gurunya tersebut. APT kemudian tidak masuk sekolah hingga hari Jumat 14 September 2018. Dan pada hari Sabtu 15 September 2018, APT datang bersekolah.

“Tapi APT tidak masuk pada les I, II, III. Karena Ibu Saragih mengatakan APT tidak boleh masuk ke pelajarannya,” paparnya.

Selanjutnya les IV, APT masuk ke ruangan kelas dan duduk di bangku belakang dengan rencana belajar matematika dari guru Ibu Malango. Saat itu korban rupanya melihat APT di dalam ruangan kelas dan menghampirinya.

“Saat itu korban mengatakan, kenapa lagi masuk kau, keluar kau. Pak guru PPS atau korban kemudian menarik APT ke luar, tapi dia tidak mau ke luar. Korban terus menarik klien saya. Hingga terakhir APT ditarik dengan paksa hingga kepalanya terbentur ke dinding,” terang Parlaungan.

Parlaungan Silalahi. (foto: dok_istimewa)

Saat itulah APT marah. Dia kemudian mengambil pisau dari dalam tasnya. Kepada penyidik, kliennya mengakui bahwa ia membawa sebilah pisau ke sekolah untuk jaga-jaga badan.

“Ia membawa pisau tersebut dari rumahnya dan kemudian dimasukkan ke dalam tas sekolahnya,” ujar Parlaungan.

Kemudian, masih Parlaungan, APT langsung menikam korban pada bagian perut sebanyak dua kali. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Tepatnya di dalam salah satu ruang kelas sekolah yang terletak di Desa Pearaja, Kecamatan Sorkam tersebut.

“Sehabis melakukan, APT lari ke luar sekolah. Selanjutnya ia dikejar oleh murid kelas XII dan dibantu masyarakat dan menangkapnya,” terang Parlaungan.

Kliennya juga mengaku, para murid di sekolah itu pun menyaksikan saat dirinya menikam gurunya itu. Dan ia kemudian ditangkap warga dan beberapa kakak kelasnya. Kemudian diserahkan kepada guru dan oleh kepala sekolah diserahkan ke petugas Polsek Sorkam.

* Ayah dan Ibunya Bercerai saat APT Masih Dalam Kandungan

Dicermati dari latar belakang keluarganya, boleh disimpulkan bahwa APT lahir dan besar dalam keluarga “broken home”. Tercatat bahwa APT lahir di Medan, 7 Maret 2002. Dia merupakan anak semata wayang anak dari pasangan RTT dan NS.

“Sebelumnya dia tinggal bersama ibunya NS di Kampung Melayu, Kelurahan Kolang, Kecamatan Kolang, Tapteng. Sejak APT di kandungan, ibunya sudah cerai dengan ayahnya. Sementara ia baru sekali bertemu ayahnya sejak ia duduk di bangku kelas 6 SD,” pungkas Parlaungan.

Sebelumnya, pasca kejadian itu, korban sempat dirawat di Puskesmas Gintingmahe, hingga akhirnya dilarikan ke RSU DR Ferdinand Lumbantobing Sibolga. Korban masih menjalani perawatan hingga saat ini. Sementara itu, APT telah dititipkan di Lapas Kelas II Sibolga pada Senin 17 September 2018. (Ren/Mora)

Komentar