Hal Inikah Penyebab SPBU di Tanoponggol Ditutup Sementara?

  • Whatsapp
SPBU 14.225.315 Horas Hutagalung yang ditutup sementara. (FOTO: SNT)

Tapanuli Tengah – Sejak beberapa hari ini, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.225.315 Horas Hutagalung di Tanoponggol, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tidak beroperasi.

Beredar informasi yang simpang siur di masyarakat yang menyebut, bahwa BBM di SPBU ini telah tercampur pertalite dengan solar sehingga sejumlah pengendara yang sempat mengisi BBM baru-baru ini, mengeluh karena berdampak kerusakan pada mesin kenderaan mereka.

Bacaan Lainnya

Sementara, pantauan Kamis pagi (1/11), SPBU 14.225.315 Horas Hutagalung belum beroperasi. Terdapat dua plakat di luar pagar SPBU yang bertuliskan ‘Mohon maaf, untuk sementara ini SPBU tutup karena dalam perbaikan’.

Lokasi SPBU ini juga diberi pagar pembatas dari besi.

Sales Executive Retail V PT Pertamina MOR I Fresly Leo Chandra Hutapea yang dihubungi wartawan, Rabu malam, (31/10), membenarkan bahwa SPBU tersebut tidak beroperasi atau ditutup untuk sementara waktu.

“Sampai saat ini masih dilakukan investigasi di lapangan, dan objeknya adalah SPBU 14.225.315 Horas Hutagalung. Selama proses investigasi, SPBU ditutup sementara waktu hingga diperoleh hasil yang valid di lapangan,” ujar Fresly.

Dia menambahkan, terkait kendaraan warga yang diduga mengalami kerusakan pada bagian mesin setelah mengisi BBM di SPBU tersebut, hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak pengelola SPBU. Pertamina sudah meminta pihak SPBU untuk menindaklanjutinya.

Sales Executive Retail V PT Pertamina MOR I Fresly Leo Chandra Hutapea. (FOTO: dok_ist)

Menurut Fresly Leo Chandra, PT Pertamina (Persero) senantiasa berkomitmen menjalankan kegiatan usaha secara profesional mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat, Pertamina melakukan proses distribusi BBM melalui terminal bahan bakar minyak (TBBM) kepada Lembaga Penyalur SPBU dan dalam pelayanannya, setiap SPBU diwajibkan mengikuti SOP yang telah ditetapkan oleh Pertamina.

“Pertamina juga menjamin kualitas dan kuantitas BBM yang didistribusikan ke setiap Lembaga Penyalur SPBU sampai kepada masyarakat konsumen sesuai dengan standar dan mutu yang ditetpkan oleh Dirjen Migas,” Fresly memungkasi. (Ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *