Jalan Rampa-Poriaha Jadi Ajang Balapan Liar

  • Whatsapp
Tampak Dalam Foto yang start untuk balap liar di Jalan Rampa Poriaha, Minggu malam 3 Maret 2019. (Foto: Dody Irwansyah/SNT)

Tapanuli Tengah – Jalan Rampa-Poriaha telah rampung dikerjakan akhir 2018 lalu. Kondisi jalan itu sekarang sudah mulus, meski di beberapa titik mulai rusak tergerus longsor akibat hujan beberapa waktu yang lalu.

Sejak awal tahun 2019, jalur baru Jalan Nasional Sibolga-Tarutung yang menghubungkan Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis ke Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini ramai dilewati pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Setiap hari, bahkan pada hari libur, banyak warga berwisata di sepanjang jalan ini karena suasana alamnya yang sejuk dan asri dihiasi panorama pepohonan hutan yang rindang.

Sayangnya, belakangan ini Jalan Rampa-Poriaha malah menjadi ajang balapan liar anak baru gede (ABG) di setiap akhir pekan. Warga pengguna jalan mengaku resah dan terganggu dengan fenomena tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, motor yang digunakan para ABG untuk balapan liar itu beragam, dan mayoritas pakai knalpot racing.

Para ABG yang hendak mengikuti balapan liar tersebut berkumpul dan memadati Jalan Rampa-Poriaha sejak pukul 16.30 WIB, hingga menjelang malam.

Ironisnya, para remaja tersebut juga memblok jalan sehingga pengendara lain sama sekali tidak dapat melintas dari jalan itu. Warga pun terpaksa menghentikan kendaraannya.

“Sangat terganggu sekali dengan aktivitas balap liar yang dilakukan anak-anak ini, jantungan juga kalau lewat,” ucap Yusup, pengendara mobil yang sedang berhenti menunggu aksi balapan, Minggu (3/3/2019).

Warga Menonton Aksi Balap Liar. (Foto: Dody Irwansyah/SNT)

Yusup mengatakan, aksi balapan liar yang dilakukan para remaja itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Baik para pembalap maupun pengendara lainnya. “Sangat membahayakan sekali, semoga aksi balap liar ini ditegur oleh pihak terkait,” katanya.

Pengendara motor lainnya juga terlihat kesal tidak bisa melintas akibat aksi remaja yang memblok jalan tersebut.

Gabe dalan hamuna do on woi (jadi jalan kalian sajanya ini,red),” hardik pengendara itu dengan nada kesal.

Meski mendapat teguran dari beberapa pengendara, para remaja tersebut terkesan cuek dan tetap melakukan kegiatan aksi balap liar di kawasan tersebut. (dody irwansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *