18 Jam Kedua Bocah Ini Bertahan Hidup di Hutan, Benarkah Dibawa Makhluk Halus?

  • Whatsapp
Kedua Bocah yang Sebelumnya Dikabarkan Hilang dari Gubuk di Tapanuli Tengah yang Ditinggal Ibunya Pergi Menyadap Karet Berhasil Ditemukan, Minggu 23 Junin 2019. (foto: dok SmartNews)

SmartNews, Tapteng – Percaya atau tidak, ada cerita mistis dibalik hilangnya Yokav Tridaya Manullang (7) dan Tri Wandes Manullang (3) bocah kakak beradik warga Desa Togabasir, Lingkungan VII Pagarbatu, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada Sabtu (22/6/2019) siang kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Yokav Tridaya dan Tri Wandes ditinggal ibunya Rita Mawati Halawa (28) di sebuah gubuk, lalu Rita pergi menyadap karet.

Bacaan Lainnya

Namun sekembalinya ke gubuk tersebut, Rita tak menemukan kedua anaknya itu lagi. Sejak itulah, Yokav Tridaya dan Tri Wandes dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian oleh orangtuanya bersama warga.

Menurut cerita yang diperoleh dari Jobbinson Purba warga setempat kepada SmartNews saat dihubungi, Senin (24/6/2019) mengatakan, kemungkinan kedua korban dibawa makhluk halus.

Jobbinson berasalan, secara logika bagaimana seorang anak yang masih kecil mampu bertahan hidup selama 18 jam dan sanggup mendaki hutan terjal dengan kemiringan 60 derajat sejauh 3 kilometer.

“Benar, kemungkinan kedua bocah itu dibawa makhluk halus. Kalau secara logika, bagaimana mungkin anak-anak yang masih kecil sanggup gak makan 18 jam di hutan dan sanggup mendaki hutan terjal kemiringan 60 derajat sejauh 3 kilometer,” ujar Jobbinson.

Menurutnya, pada proses pencarian sebelum ditemukan, keluarga menghadirkan paranormal, kedua korban pun berhasil ditemukan dalam kondisi lemas, (Minggu 23/6/2019) kemarin, dan telah diserahkan kepada orangtunya Jetro Manullang (35) dan Rita Mawati Halawa (28).

“Atas petunjuk paranormal itulah kemudian keluarga bersama warga berhasil menemukan kedua anak itu di hutan yang masih kawasan perkebunan karet,” jelas pria yang akrab dipanggil Job Purba itu.

Job Purba mengungkapkan jika seandainya dalam waktu 2 jam kedua bocah tersebut belum juga ditemukan, maka kemungkinan tak ada harapan lagi.

“Karena di wilayah ini sekitar tahun 1983, ada dulu penduduk Togabasir hilang dan sampai hari ini tidak di temukan, dan menurut orang pintar, orangnya masih hidup di hutan tersebut,” ungkap Job. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *