oleh

Dikebumikan Hari Ini, Ayah Ikbal Pasaribu Tak Mau Datang

SmartNews, Manduamas – Kedua mata Ikbal Pasaribu bocah malang 3 tahun warga Kelurahan PO Manduamas, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) itu tak bisa tertutup setelah meninggal akibat menderita sakit, pada Sabtu (20/7/2019) kemarin.

Bahkan, hingga dikebumikan pada hari ini, Minggu (21/7/2019), kedua mata Ikbal hanya sedikit tertutup, itu pun setelah ayahnya diketahui berinisial AMP mau berbicara dengan keluarga melalui telepon selular.

“Sejak Ikbal meninggal, kedua matanya tak bisa tertutup. Hal itu seolah menandakan menunggu kehadiran ayahnya,” kata Rudi Siregar tetangga bocah malang itu.

Rudi mengatakan, keberadaan ayahnya kemudian diketahui hari ini, Minggu (21/7/2019) setelah viral pemberitaan di media. AMP diketahui tinggal di Kota Sibolga.

Hal ini diketahui setelah seorang warga Kota Sibolga mengaku sedang bersama dengan ayah Ikbal. Warga itu kemudian mengunggah nomor selularnya untuk disampaikan kepada keluarga Ikbal untuk menghubungi AMP.

Namun entah alasan apa, AMP tak mau datang untuk melihat anak kandungnya itu untuk terakhir kali sebelum dikebumikan. Namun demikian, walau hanya berbicara lewat telepon, barulah kedua mata Ikbal tertutup sedikit.

“Saat keluarganya bicara dengan ayah Ikbal melalui telepon selular agar datang melihat Ikbal untuk terakhir kalinya, namun AMP tidak bersedia datang. Namun demikian, kedua mata Ikbal tertutup, itu pun sedikit. Selanjutnya sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, jasad Ikbal dikebumikan,” jelas Rudi.

Sebelumnya diberitakan, Ikbal Pasaribu merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara, buah hati dari AMP dan Nurliani Hasugian.

Rudi tetangga Ikbal mengatakan, Nurliani Hasugian mengalami gangguan jiwa. Kemudian ditinggalkan suaminya sekitar setahun lebih.

AMP pun diduga telah menikah lagi di Kota Sibolga. “Ibunya Ikbal mengalami gangguan jiwa, dia dirantai di rumah orang tuanya. Sedangkan ayahnya pergi meninggalkan mereka. Kabarnya sudah menikah lagi dan tinggal di Sibolga,” ungkap Rudi.

Dia menjelaskan, setelah ditinggal ayahnya, sementara ibunya stres, Ikbal diasuh oleh kakak pertamanya yang sudah tamat sekolah.

“Jadi selama ini kakaknya yang merawat. Mereka tinggal di rumahnya. Mereka punya warung kecil, dari warung itulah biaya hidup mereka. Bagaimanalah Ikbal bisa terurus sementara hidup mereka pas-pasan, mereka 8 orang tanpa orangtua,” akunya.

Informasi kematian Ikbal Pasaribu disebarkan oleh akun facebook Regar Bakso Bakar, agar diketahui oleh ayahnya. Netizen pun banyak yang membagikan informasi tersebut sehingga viral di media sosial.

Nama anak ini IKBAL PASARIBU,,,Nama ayahnya AMP (diinisyalkan), mohon disebar supaya ayahnya tau bahwa anak kandungnya telah berpulang ke Rahmatullah,” tulis akun Regar Bakso Bakar. (red)

Loading...

Komentar