Bupati Beberkan Alasan Mobil Ikan Dirazia di Tapanuli Tengah

  • Whatsapp
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat Jumpa Pers di Kota Sibolga, Sabtu malam, 14 September 2019. (Foto: SmartNews)

SmartNews, Tapteng – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani menegaskan tidak ada larangan bagi truk-truk pembawa ikan asal Aceh masuk ke daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatra Utara.

Hal itu diungkapkan Bupati Bakhtiar menyikapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait adanya razia rutin yang digelar petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Tapteng terhadap truk pembawa ikan asal Aceh yang masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bakhtiar menegaskan, razia tersebut merupakan kebijakan Pemkab Tapteng, tujuannya untuk mencegah masuknya narkoba ke daerah itu.

“Kami mendapat informasi yang dapat kami percaya, dan telah kami laporkan ke pihak kepolisian. Informasi tersebut kami gunakan untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke Tapanuli Tengah dan Sibolga melalui pengiriman ikan, sayur dan berbagai bahan lainnya melalui jalur darat. Sehingga kami antisipasi dengan melakukan razia,” kata Bakhtiar Sibarani dalam jumpa pers di Kota Sibolga, Sabtu (14/9/2019).

“Kedua, perlu kami luruskan bahwa kami (Pemkab Tapteng) tidak pernah melarang atau mengusik truk atau mobil-mobil box membawa ikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dari luar daerah. Bukan hanya dari NAD, tetapi dari seluruh daerah yang datang ke Sibolga-Tapanuli Tengah yang membawa ikan, sayur dan lain sebagainya. Seluruhnya kami lakukan razia,” ungkap Bakhtiar.

Maka dari itu, lanjut Bakhtiar, para sopir truk agar bersedia diperiksa kelengkapan surat serta muatan.

“Apabila kami lakukan razia, sopir truk harus bersedia menunjukkan kelengkapan surat serta petugas memeriksa apa muatan yang dibawa truk tersebut. Jika lengkap dan muatan truk tidak mencurigakan, sudah barang tentu kami persilahkan masuk ke Tapanuli Tengah dan Sibolga,” jelas Bakhtiar.

Bupati juga membantah informasi yang menyebut bahwa truk-truk pembawa ikan asal Aceh diusir oleh petugas Dishub dan Satpol PP Tapteng.

“Itu yang kami dengar dihembuskan oleh sekelompok orang, itu tidak benar,” timpalnya.

“Yang ketiga, kami berharap ekonomi Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga mengalami peningkatan signifikan. Muncul pertanyaan, mengapa saya selaku Bupati, juga mengurusi Kota Sibolga. Kami tidak ikut campur dalam pemerintahan Kota Sibolga, namun kami sampaikan bahwa tidak sedikit masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah mencari nafkah di Kota Sibolga, begitu sebaliknya,” papar bupati.

“Jadi, informasi yang mengatakan bahwa ikan dari daerah NAD diusir dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, kami nyatakan bohong. Tapi dari seluruh daerah-daerah. Mungkin dari Jakarta, Lampung, Tanjung Balai, dan lain sebagainya yang masuk ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah kami lakukan razia,” bebernya.

Hadir dalam jumpa pers, Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, Ketua DPRD Tapteng, Antonius Hutabarat. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *