Pilkades Riaria, Penantang Ungguli Petahana

  • Whatsapp
Keterangan foto: PPKD tengah melakukan penghitungan suara Pilkades Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas. (Foto: AND)

SmartNews, Humbahas – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada, Senin (14/10/2019) berlangsung sengit, seru dan menegangkan.

Meski terlarut dalam suasana campur-aduk, namun Pilkades Riaria yang dilaksanakan serentak dengan 39 desa lainnya di Kabupaten Humbahas itu berjalan aman, damai dan lancar di bawah monitoring tim pemantau kabupaten, kecamatan Pollung, petugas kepolisian dan Satpol PP.

Bacaan Lainnya

Amatan wartawan, bahwa proses pemungutan suara Pilkades itu dibuka sejak pukul 08.00 WIB, dan diakhiri pada pukul 14.30 WIB. Selanjutnya penghitungan suara dimulai pada pukul 15.13 WIB dan berakhir pukul 19.25 WIB.

Pembukaan kotak suara dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) disaksikan semua peserta yang hadir.

Sementara sesuai kesepakatan bersama, bahwa pembukaan surat suara untuk penghitungan suara pertama dilakukan oleh tim monitoring dari kabupaten hingga kepolisian.

Namun pada penghitungan suara selanjutnya oleh PPKD, ketegangan mulai terlihat saat masing-masing calon berlomba dalam perolehan suara. Dalam suasana tadi, protes demi protes pun mulai bermunculan dari para saksi dan masyarakat yang mengikuti penghitungan suara.

Protes paling keras ketika banyaknya suara tidak sah masuk dalam kotak suara. Goresan tinta atau salah cetak di balik surat suara dianggap menjadi suara tidak sah. Suara tidak sah lainnya diakibatkan pencoblosan di luar kotak masing-masing kandidat.

Di sisi lain, keseruan terlihat saat petugas PPKD menghitung suara atas kotak suara khusus dan umum. Kotak suara khusus dan umum tadi dibedakan atas dusun per dusun. Dusun umum meliputi dusun II, III, IV dan V dengan jumlah 862 pemilih. Sementara Dusun khusus meliputi Dusun I dengan jumlah 305 pemilih.

Pada dusun umum, perolehan suara diungguli oleh penantang (pendatang baru) Jon Perdianus Lumban Gaol.

Kandidat nomor urut 2 itu berhasil mengumpulkan sebanyak 304 suara. Perolehan suara tersebut jauh meninggalkan petahana, nomor urut 1, Rusman Siregar dengan perolehan 182 suara. Sementara perolehan lainya diikuti kandidat nomor urut 5, Togar Siregar dengan perolehan 112 suara, dibayangi oleh nomor urut 3 Hotlen Siregar dengan perolehan suara 104 dan nomor urut 4 Mardianto Lumban Gaol dengan perolehan 98 suara.

Sementara berdasarkan penghitungan pada kotak suara dusun khusus, Mardianto justru tampil memimpin dengan perolehan suara sebanyak 120 suara.

Perolehan suara tersebut juga mengalahkan petahana, Rusman Siregar yang hanya mengoleksi 85 suara. Perolehan suara pada pada Dusun I yang diprediksi basis Mardianto justru berpihak pada Jon Perdianus Lumban Gaol. Di Dusun khusus itu, Jawara pada perolehan suara dusun umum itu juga mengumpulkan sebanyak 42 suara.

Selanjutnya Togar Siregar harus puas dengan perolehan 41 suara dan Hotler Siregar legowo dengan perolehan 7 suara.

Pada rekapitulasi akhir PPKD, perolehan suara terbanyak pada Pilkades Riaria itu diraih oleh Jon Perdianus Lumban Gaol dengan total sebanyak 364 suara. Kemudian disusul Patahana, Rusman Siregar mengoloksi sebanyak 267 suara.

Sedangkan Mardianto Lumban Gaol sebanyak 218 suara, Togar Siregar sebanyak 153 suara dan Hotler Siregar sebanyak 111 suara.

Ketua PPKD Riaria, Kusnady Siregar kepada wartawan mengatakan, bahwa jumlah DPT Desa Riaria sebanyak 1494 pemilih. Partisipasi pemilih pada dusun umum dan dusun khusus sebanyak 1167, tidak hadir 327 dan suara tidak sah atau batal sebanyak 71 suara. (AND)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *