Aroma Tak Sedap Menebar saat Korban Gantung Diri itu Dievakuasi

  • Whatsapp
Jasad Korban Dievakuasi dari Dalam Bengkel. (SmartNews)

SmartNews, Tapteng – Aroma tak sedap tiba-tiba tercium di depan bengkel las di lingkungan III, Kelurahan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) setelah jasad korban yang diketahui bernama Andy hendak dievakuasi ke mobil ambulans, Rabu sore (23/10/2019).

Warga yang tadinya tak mencium aroma itu, seketika menutup hidung. Diduga, korban meninggal lebih dari satu hari.

Bacaan Lainnya

Pantauan SmartNews di lokasi, awalnya petugas Polsek Pandan bersama Camat dan Lurah Sarudik beserta kepling bersama warga kesulitan membuka pintu masuk bengkel tersebut yang terbuat dari seng dan besi.

Petugas dibantu warga hanya mampu membuka lapisan seng pada pintu bengkel itu. Namun tak berhasil masuk, setelah lapisan seng pada pintu tersebut masih ada rangka besi. Ditambah lagi, pintu masuk terkunci dari dalam bengkel.

Diduga, korban sengaja mengunci pintu dari dalam bengkel, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan seutas tali.

Untuk masuk ke dalam bengkel, tim identifikasi dari Polres Tapteng terpaksa menggunakan tangga dari dinding beton samping bengkel dan berhasil masuk.

Butuh waktu lebih dari 1 jam petugas melakukan olah TKP. Selanjutnya pintu depan bengkel yang berhasil dibuka dari dalam digunakan sebagai akses keluar mengevakuasi jasad korban ke mobil ambulans.

Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Pandan. Kasus ini, kini ditangani Polsek Pandan.

Sebelumnya, Lurah Sarudik Dodi P Siregar kepada wartawan di lokasi mengatakan, pihaknya mendapat informasi itu dari warga. “Tetangga korban yang mengetahui peristiwa itu, kemudian informasi itu menyebar hingga sampai ke kita dan diteruskan kepada polisi,” kata Dodi Siregar.

Sementara itu, seorang warga Thionghoa yang berada di lokasi mengatakan, dia memang tidak mengenal lebih dekat terhadap korban. Namun, pernah bekerja bersama di PT PAS Pondok Batu, Tapteng. Pria berkacamata itu juga menyebut, bahwa korban telah lama cerai dengan istrinya.

“Dia (korban) sudah lama cerai dengan istrinya. Kami sempat satu kerja di PT PAS. Dia tinggal di Sibolga,” katanya.

Polisi juga sempat kesulitan untuk menghubungi keluarga korban. Informasinya, keluarga korban ada di luar daerah. Namun korban yang diketahui bernama Andy itu tinggal di Kota Sibolga bersama ibunya.

Hingga berita ini dilansir, belum diperoleh informasi lebih detail terkait kronologis korban gantung diri tersebut.

Sementara dari dalam bengkel las, petugas terlihat membawa sejumlah barang bukti, termasuk kursi plastik. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *