Siswi SMP yang Tewas Tenggelam di Sungai Sipan Sihaporas Terjepit Batu

  • Whatsapp
Foto: Jasad Korban Dievakuasi Polisi (kiri), dan TKP Sungai (kanan). (Istimewa)

SmartNews, Tapteng – Polisi merilis kronologis tewasnya seorang siswi SMP yang tenggelam di Sungai Sipan Sihaporas, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (22/11/2019).

Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat melalui Kasubbaghumas, Iptu Rensa Sipahutar dalam keterangan tertulis, Jumat sore, menjelaskan, korban bernama Irenius Gulo umur 13 tahun, siswi SMPN 3 Tukka, Kelurahan Aek Tolang Induk, Kecamatan Tukka, Tapteng.

Bacaan Lainnya

“Yang menemukan jasad korban di sungai tersebut adalah, Odrita Jaro (48) dan Sepor Hutagaol (46) warga Sipan Sihaporas, Kecamatan Pandan, Tapteng,” kata Iptu Rensa.

Menurut Rensa, sebelum kejadian, pukul 14.00 WIB, korban bersama 8 orang teman satu sekolahnya menuju sungai Sipan Sihaporas untuk mandi.

“Sesampainya di sungai tersebut, korban bersama seorang temannya langsung mandi, sedangkan 6 orang temannya berada di pinggir sungai. Setelah 4 menit kemudian, korban tenggelam. Selanjutnya Yovi Marbun berlari meminta tolong,” jelasnya.

“Selanjutnya Sepor Hutagaol dan Agung Pratama menyelam ke dalam air sungai untuk mengambil korban yang terjepit batu,” terang Rensa.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan kepolisian adalah mengevakuasi jasad korban dari TKP ke RSUD Pandan serta memeriksa saksi-saksi.

“Hasil keterangan RSUD Pandan oleh Dr. Indra, diperoleh kesimpulan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kematian korban karena Drowning,” tambahnya.

Pihak Polsek Pandan sendiri telah berkordinasi dengan orangtua korban, Mareti Gulo. “Keluarga korban membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian anaknya, serta membuat surat pernyataan tidak dilakukan Otopsi terhadap tubuh korban,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *