Sekolah MAN Barus Berantakan Diterjang Banjir, Tonton Videonya

  • Whatsapp
Foto: Kondisi Sekolah MAN Barus Pascabanjir yang Terjadi Pada Selasa 28 Januari 2020.

SmartNews, Barus – Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Barus di jalan Dr Ferdinand Lumbantobing, Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, berantakan diterjang banjir luapan Sungai Aek Sirahar, pada Selasa (28/1/2020) lalu.

Seluruh perlengkapan sekolah, berkas-berkas, meja, kursi dan ruangan komputer berantakan diterjang banjir.

Bacaan Lainnya

Pascabanjir, aktivitas sekolah masih lumpuh. Beberapa guru di sekolah ini yang ditemui SmartNews secara perlahan-lahan terpantau melakukan aksi bersih-bersih, Jumat (31/1/2020) kemarin.

Sebanyak lima ruangan kelas di sekolah ini juga jebol diterjang banjir luapan Sungai Aek Sirahar Barus. Dan di setiap sudut sekolah ini tertutup lumpur tebal.

Belum dapat dipastikan kapan aktivitas proses belajar dapat normal kembali di sekolah ini.

Namun pihak sekolah mengatakan, proses belajar di sekolah ini diliburkan selama tiga minggu menunggu situasi kembali kondusif.

Pihak sekolah juga menyebut, kerugian dampak banjir yang turut menerjang sekolah ini mencapai Rp2,5 miliar.

“Kondisi sekolah saat terjadi banjir sangat memprihatinkan. Air berwarna pekat bercampur balok, seng dan segala macam. Mungkin itu ada reruntuhan rumah warga yang berada di sekitar kampung mudik,” kata Arman Marbun penjaga sekolah MAN Barus.

Dia mengatakan, seluruh isi sekolah berantakan diterjang banjir. “Segala sarana dan prasana sekolah rusak, begitu juga dengan berkas, buku dan ada beberapa bangunan ruangan kelas yang jebol,” ungkap Arman.

Lanjutnya, bahwa pihak Departemen Agama telah datang meninjau sekolah tersebut pascabanjir.

“Setelah Departemen Agama turun memantau keadaan sekolah ini, mereka mengatakan sekolah ini lumpuh total, dan diperkirakan kerugian mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar,” kata Amran.

Katanya, sekolah MAN Barus ini berdekatan dengan Sungai Aek Sirahar Barus. Sehingga terjangan banjir sangat kuat sekolah tersebut.

Banjir di Tapteng melanda tiga kecamatan, yakni Barus, Pasaribu Tobing dan Kecamatan Andam Dewi. Sebanyak 9 orang tewas dampak musibah bencana alam tersebut. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *