Terkait Corona, Tempat Wisata dan Warnet di Tapteng Ditutup 14 Hari

  • Whatsapp
Foto: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani Didampingi Wakilnya Darwin Sitompul saat menyampaikan keterangan kepada wartawan.

Smartnews, Tapanuli – Dalam keputusan bersama Forkopimda pada rapat percepatan penanganan bencana wabah penyakit akibat viorus corona (Covid-19), Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani juga menginstruksikan seluruh warnet di daerah itu ditutup selama 14 hari, mulai besok, Rabu 18 Maret 2020.

Hal ini berkaitan dengan diliburkannya aktivitas sekolah selama 14 hari hingga 31 Maret 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Sehingga anak-anak sekolah yang diliburkan tidak datang ke warnet. Jadi warnet tidak buka selama pelajar diliburkan,” ujar Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi pers di kantornya di Pandan, Selasa (17/3/2020).

Selain itu, tempat-tempat wisata juga ditutup selama 14 hari hingga 31 Maret 2020.

Dalam keputusan bersama tersebut, aktivitas sekolah di Tapteng mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), PAUD, SD, SMP sederajat diliburkan hingga 31 Maret 2020.

Bupati Bakhtiar menjelaskan, bahwa hal ini merupakan keputusan bersama Forkopimda pada rapat percepatan penanganan bencana wabah penyaklit akibat virus corona (Covid-19).

“Kita imbau juga perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk diliburkan,” ujar Bupati Bakhtiar.

Selain itu, dia juga tidak mengizinkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kegiatan keluar kota/perjalanan dinas tanpa seizin Bupati Tapteng. “PNS tetap melaksanakan tugas sebagaimana biasa,” jelasnya.

Dalam keputusan bersama ini, para kepala sekolah juga harus mengingatkan orangtua murid agar memperketat pengawasan kepada anaknya selama 14 hari libur.

Memastikan bahan makanan tidak langka dipasaran dan sterilisasi bandara.

“Untuk SMA kelas 3 yang melaksanakan ujian nasional tetap sekolah sampai dengan 31 Maret 2020. Untuk kelas 1 dan 2, libur selama 14 hari dimulai tanggal 18 Maret sampai dengan 31 Maret 2020,” ujarnya.

Kemudian, RSUD dan Dinas Kesehatan memastikan alat-alat pelindung diri untuk penanganan virus corona.

Rumah-rumah ibadah (Masjid dan Gereja) disemprot desinfektan oleh Dinas Kesehatan.

Memastikan bahan makanan tidak langka dipasaran. Memastikan semua mobil pengangkutan luar kota da dalam kota disemprot disinfektan secara mandiri. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *