Penjelasan RS Metta Medika Sibolga Terkait Tenaga Medis Dirumahkan

  • Whatsapp
FOTO: Gedung RS Metta Medika Sibolga. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Imbas pandemi Covid-19, sejumlah tenaga medis atau karyawan di RS Swasta Metta Medika Sibolga dirumahkan.

Kepada wartawan, Selasa (12/5/2020), Manajemen RS Swasta Metta Medika Sibolga membenarkan hal itu.

Bacaan Lainnya

Jhonny Elizar Tanjung mewakili manajemen menyampaikan, tenaga medis atau karyawan yang dirumahkan merupakan kebijakan pimpinan.

“Ini terjadi karena musibah, itu yang harus kita pahami bersama. Sekelas perusahan Tbk saja merumahkan sejumlah karyawannya untuk kelangsungan perusahaan. Konon lagi perusahaan seperti kita. Kebijakan ini terpaksa diambil agar bisa bertahan,” katanya, Selasa malam.

Jhonny Elizar Tanjung mengatakan, sejumlah karyawan dan tenaga kesehatan terpaksa dirumahkan, karena selama masa pandemi, jumlah orang yang berobat ke rumah sakit mengalami penurunan drastis.

“Entah kenapa, masyarakat jadi takut untuk berobat selama masa pandemi corona. Untuk dapat menyelamatkan semuanya, pimpinan terpaksa merumahkan sebagian karyawan agar operasional rumah sakit tetap berjalan,” timpalnya.

Dia kemudian menjelaskan, karyawan yang dirumahkan itu bukan di-PHK (pemutusan hubungan kerja), melainkan istirahat menunggu berakhirnya masa pandemi covid-19.

“Jadi mereka hanya istirahat sementara, menunggu wabah ini berakhir. Mereka yang dirumahkan akan dipanggil kembali untuk bekerja, jadi tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) ya,” ungkapnya.

Sambungnya lagi, perusahaan telah membayarkan gaji karyawan yang dirumahkan tersebut. Kemudian bagi yang beragama Islam, THR-nya juga telah dibayarkan. Pembayaran gaji itu merupakan tanggung jawab perusahaan kepada mereka yang dirumahkan,” jelasnya.

Menurutnya, proses merumahkan sejumlah karyawan dilakukan melalui mekanisme yang diatur perusahaan, dengan melihat aspek sosial dan kinerja.

“Yang pertama dilihat itu aspek sosialnya, lalu penilaian kedua kinerjanya. Jika nanti mereka dipanggil, tentu akan dilakukan kontrak ulang,” ujarnya.

Jika wabah pandemi Covid-19 terus berlangsung, tidak menutup kemungkinan akan ada karyawan lain yang dirumahkan.

“Kita berharap pandemi ini cepat berakhir. Ini doa kita bersama. Kami minta kepada seluruh karyawan untuk tetap bekerja dengan penuh dedikasi menyehatkan mereka yang sakit,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *