3 Lingkungan di Tapteng Lockdown, Bupati: Segala Cara Sudah Kami Lakukan

  • Whatsapp
FOTO: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani Didampingi Wabup Darwin Sitompul dan Ketua DPRD Tapteng saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan Terkait Diberlakukannya Lockdown di Tiga Lingkungan di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan. (Foto: Dok_Istimewa)

SmartNews, Tapanuli – Tiga lingkungan di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) Dilockdown.

Hal itu dilaksanakan dampak dari dua warga dari kelurahan tersebut dinyatakan positif terpapar COVID-19 berdasarkan hasil SWAB RSUD Tarutung.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada wartawan, Rabu malam (24/6/2020).

“Terpaksa kami lakukan lockdown atau isolasi di tiga lingkungan Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan tempat di mana suami istri yang positif COVID-19,” jelas Bakhtiar.

Menurutnya, ada tiga jalur akses masuk ke kelurahan itu, dan dilakukan penutupan. “Ada tiga jalur untuk masuk ke kelurahan tersebut, tiga-tiganya (akses masuk) ditutup sampai 14 hari ke depan,” ungkap Bupati.

Dari tiga lingkungan yang dilockdown tersebut berpenduduk 135 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 605 jiwa.

Terkait diberlakukannya lockdown di tiga lingkungan tersebut, Pemkab Tapteng menyiapkan makanan tiga kali sehari.

“Mohon doa dan dukungan kita bersama agar ini cepat teratasi. Kami Pemkab Tapteng, Gugus Tugas COVID-19 komitmen dan terus berusaha agar tidak ada warga di daerah kita ini terpapar COVID-19,” tuturnya.

Bupati menambahkan, bahwa informasi yang ia peroleh bahwa pasien perempuan yang dinyatakan terpapar COVID-19 warga Tapteng itu bekerja sebagai perawat di RSUD FL Tobing Sibolga.

“Pasien perempuan yang dinyatakan positif COVID-19 warga Tapteng asal Kelurahan Sihaporas Nauli bekerja di RSUD FL Tobing Sibolga,” tuturnya.

Bupati juga minta Pemkot Sibolga agar bekerjasama dengan baik dalam penanganan pencegahan penyebaran virus corona.

“Kami sudah melakukan segala cara di Tapanuli Tengah. Seluruh kemampuan, semua kekuatan kami kerjakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 agar warga tidak terkena,” tegas Bupati.

“Hampir dua bulan lebih kami melakukan penjagaan ketat akses masuk ke Tapteng agar tidak sembarangan masuk ke daerah kita ini, sebelum dicek oleh petugas Kesehatan. Tapi ” sambungnya.

“Tapi usaha kita lakukan, tapi Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan yang maha kuasa menentukan apa yang terbaik bagi kita,” ucapnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *