Bupati Tapanuli Tengah Berang, Lima Wanita Ini Duduk di Tanah

  • Whatsapp
FOTO: Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat Menanyai Salah Satu WRS di Kantor Satpol PP Tapanuli Tengah di Pandan. (Foto: Istimewa)

SmartNews, Pandan – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, geram dan sempat marah kepada lima orang wanita rawan sosial (WRS) yang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Hal itu terjadi saat menginterogasi kelima wanita yang diamankan petugas Satpol PP dari Lapo (Warung-red) Tuak di Kecamatan Tapian Nauli, Kab.Tapanuli Tengah, pada Selasa (15/9/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Bupati tak menduga, ternyata masih ada WRS di warung Tuak di wilayah yang ia pimpin. Padahal, selama ini secara rutin dilakukan razia untuk memberangus diduga tempat-tempat perbuatan maksiat.

Buktinya, ya ini! tentu saja ulah dari oknum pemilik warung tuak yang boleh dibilang akal-akalan untuk melancarkan usaha warungnya dengan mempekerjakan WRS.

“Dari lima orang WRS ini, satu orang akan dicheck kembali kebenarannya dan yang empat orang lagi akan dikirim ke Rehabilitasi Parawasa di Berastagi dan keluarganya akan dipanggil,” tegas Bakhtiar.

Dia berharap seluruh masyarakat Tapanuli Tengah untuk mendukung pemberantasan tempat-tempat maksiat seperti ini. “Karena tentu sangat berisiko di lingkungan daerah kita ini,” bilangnya.

Masyarakat juga sangat diharapkan untuk ikut bekerja sama memberikan informasi jika ada tempat-tempat maksiat di wilayah Tapanuli Tengah.

“Informasikan kepada kami, baik itu ke kepolisian, TNI, pemerintah setempat, atau melalui media sosial atau WA (Whatsapp-red). Juga jika ada tempat-tempat narkoba, perjudian seperti Togel atau sejenisnya, harap dilaporkan supaya kita minta kepolisian untuk mengusutnya,” jelasnya.

“Jangan takut, karena kita akan koordinasi ke Kapolres, Kajari, Dandim, Pengadilan, dan lainnya mendukung untuk membersihkan tempat-tempat seperti itu. Kita berharap pihak kepolisian dan Satpol PP duduk bersama Jaksa supaya bisa mempidanakan penyedia tempat tersebut dan itu sedang kita pikirkan,” beber Bakhtiar.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tapteng Jontriman Sitinjak, SH melalui Kabid Satpol PP Panuturi Simatupang, SE menyebutkan bahwa Pemerintah Tapanuli Tengah selalu melakukan razia setiap saat sesuai dengan Instruksi Bupati untuk pembinaan dan melindungi para wanita dari kondisi WRS.

Harapannya, tidak akan ada lagi tempat maksiat di Tapanuli Tengah. Saat menerima laporan masyarakat maka Satpol PP langsung cepat bertindak.

“Razia ini dilakukan atas laporan warga setempat, bahwa rumah tangga mereka terganggu keamanannya karena suaminya setiap malam pergi ke warung tersebut,” beber Panuturi.

FOTO: Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Kelima orang WRS ini ditertibkan dari Warung Tuak di Jalan PLTU Labuan Angin/Mungkur, Kecamatan Tapian Nauli. Lokasi tepatnya, yaitu Warung Tuak Marga Simanjuntak dan Warung Tuak Br. Simbolon. Mereka berlima langsung kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk diproses lebih lanjut,” bilangnya.

Lanjutnya, wanita rawan sosial ini juga didapati membawa anak saat bekerja.

Dijelaskan, ketiga WRS pelayan warung Tuak Br. Simbolon berinisial MM (38) alamat Jalan Perbaja Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung, RM (31) alamat Warung Tuak br. Simbolon, RH (30) alamat Jalan Perbaja Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung.

Selanjutnya, dua orang WRS lainnya bekerja di Warung Tuak marga Simanjuntak, yaitu RM (23) di Warung Tuak Simanjuntak dan SP (23), di Kecamatan Sarudik. (snt_ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *