Alasan Tak Harmonis dan Keuangan, Ribuan Istri Ajukan Gugat Cerai di Pengadilan Agama Palembang

  • Whatsapp
Ilustrasi. (Foto: Istockphoto)
Ilustrasi. (Foto: Istockphoto)

SNT – Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mencatat kasus perceraian, atau gugat cerai yang diajukan para istri paling banyak ditangani di masa pandemi COVID-19 sepanjang 2021.

“Berdasarkan data hingga Juni 2021, kami telah memproses 1.265 kasus perceraian yang sebagian besar diajukan oleh istri,” demikian kata Juru Bicara Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Raden Acmad Syarnubi, di Palembang, Kamis (24/6/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, permohonan cerai yang diterima Pengadilan pada tahun 2021 hampir sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebagian besar adalah gugat cerai.

Berdasarkan data per Juni ini, setiap bulan rata-rata terdapat 210 orang istri yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Palembang. Sedangkan suami yang mengajukan cerai dalam semester pertama tercatat 356 orang atau rata-rata hanya 59 orang per bulan.

Beberapa alasan perceraian yang diajukan pasangan suami istri di Bumi Sriwijaya itu, seperti rumah tangga mereka tidak harmonis lagi akibat pengaruh krisis keuangan, atau permasalahan ekonomi, krisis akhlak, dan karena adanya orang ketiga atau wanita/pria idaman lain.

Dijelaskan, sebagian besar perkara perceraian yang masuk, bisa diselesaikan secara baik dengan keputusan cerai, dan tidak sedikit pasangan suami istri bisa dirujukkan kembali atau dipersatukan kembali untuk melanjutkan pernikahan yang sempat bermasalah.

“Kami tidak hanya menerima gugatan suami atau istri yang akan bercerai dan mengabulkan gugatan itu, tetapi cukup banyak juga yang berhasil didamaikan dan bisa rujuk kembali,” Raden menambahkan. (viva/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *