Pandemi COVID-19, Pilkades Tapanuli Tengah Ditunda

  • Whatsapp
Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani. (Istimewa)
Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani. (Istimewa)

SNT – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang direncanakan pada bulan November 2021, resmi ditunda. Penundaan dilakukan karena masih situasi pandemi COVID-19.

Demikian ditegaskan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) 2021 di Kabupaten Tapanuli Tengah resmi ditunda, hal ini untuk mengantisipasi kerumunan yang berpotensi menjadi penyebaran COVID-19,” kata Bakhtiar Sibarani.

“Hal itu berdasarkan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang disampaikan oleh Mendagri kepada para kelapa daerah di seluruh Indonesia terkait dengan angka penyebaran COVID-19 yang meningkat secara nasional akibat adanya varian Delta,” jelasnya.

Atas penundaan itu, Bupati Bakhtiar meminta kepada seluruh calon kepala desa di daerah itu agar tetap menjaga kondusifitas desa, seiring dengan kebijakan penundaan tersebut.

“Kepada para calon kepala desa, saya meminta untuk senantiasa menjaga kondusifitas desa seiring dengan penundaan ini sebagai upaya mendukung penekanan terhadap penyebaran COVID-19 di Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegas Bakhtiar.

Dia juga menyampaikan, agar jangan percaya kepada oknum-oknum yang meminta uang kepada calon kepala desa agar bisa lolos sebagai calon.

“Itu tidak ada! Yang ada, waktu itu kita memikirkan bagimana calon-calon kepala desa itu berkontribusi untuk membiayai jalanya Pilkades. Kalau APBD Tapanuli Tengah tidak mampu untuk melaksanakannya. Jadi jangan ada isu ada kutipan-kutipan dan isu yang aneh-aneh berkembang. Sekali lagi saya tegaskan, yang ada itu adalah memungkinkan pihak terkait, baik itu calon kepala desa dan lain sebagainya bersumbangsih di APBDes untuk biaya Pilkades. Dan itu pun masih rencana dan belum dikerjakan,” ungkap Bakhtiar menjelaskan bahwa sumbangsih itu bermacam-macam, karena tidak sama semua jumlah desa. Dan banyaknya jumlah pemilih di satu desa, turut menentukan jumlah biaya pemilihan.

Untuk itulah, Bupati Bakhtiar menekankan, agar jangan ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut. “Saya pastikan Pilkades ditunda tahun ini dan akan direncanakan tahun depan,” jelasnya.

Ada pun surat keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penundaan Pilkades serentak tahun 2021 tertuang dalam nomor: 141/4251/sj yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota di seluruh Indonesia. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *