Berkolaborasi dengan Tulus, Delika Rilis Single ‘Arung Samudra’

  • Whatsapp
Band Pop Folk asal Jakarta, Delika

SNT – Band Pop Folk asal Jakarta, Delika, merilis single terbaru mereka yang berjudul “Arung Samudra”. Single ini merupakan single pertama mereka di tahun 2022 setelah pada 2021, Delika berkolaborasi dengan Levi’s Indonesia dan sineas Faza Meonk merilis trilogi single yang dikemas dalam rangkaian klip video yaitu “Rasa Jakarta”, “Penebusan” dan “Sebuah Temu”.

Sebuah eksplorasi musikal yang dipersiapkan Delika yang beranggotakan Lucita (vokal), Irfan (vokal), Rainy (vokal), Bagus (gitar), Adit (keyboardis), dan Fauzan (drum) ini mengusung tema lirik yang lebih personal dan aransemen yang megah karena adanya balutan orkestra.

Bacaan Lainnya

Lagu “Arung Samudra” diciptakan oleh Lucita Arsa sang vokalis bersama dengan Bagus Pandu Ardinata sang gitaris.

“Arung Samudra” mulanya adalah puisi yang ditulis Lucita yang menggambarkan keteguhan seseorang dalam menghadapi lika-liku kehidupan seiring bertambahnya kedewasaan. Lucita menjelaskan, bahwa lagu “Arung Samudra” ini begitu personal bagi dirinya.

“Lagu ini bercerita tentang akronim nama saya, Arsa, yang berarti arung samudra. Saya ingin menginterpretasikan arti tersebut dalam kehidupan sehari-hari saya, dimana dalam hidup kadang cobaan, rintangan, dan segala plot twist nya harus dilalui dengan hati yang besar. Sehingga lagu ini adalah lagu penguat motivasi bagi para pendengar agar terus kuat dalam menghadapi cobaan, karena bagaimanapun kita semua dilahirkan dengan kehebatan diri kita masing-masing”, ucap Lucita kepada SNT dalam press release diterima, Sabtu (24/9/2022).

Untuk menguatkan pesan yang ingin disampaikan, Delika berkolaborasi dengan Tulus Mulia Praja, seorang pelukis asal Jakarta untuk menterjemahkan lagu ini secara visual. Tulus bercerita bahwa lirik Arung Samudra mampu membuat dirinya berimajinasi dalam pembuatan lukisan yang juga ia beri judul “Arung Samudra” ini.

“Jujur, ketika saya mendengarkan repetisi lirik ku terus melaju dalam pusaran, yang tergambarkan di kepala saya adalah sesosok anak kecil yang dengan imajinasi liarnya mampu menyelesaikan masalah-masalah hidupnya dengan sangat tenang. Anak kecil tersebut adalah inner child yang ada di dalam diri kita. Sehingga ketika kita menghadapi masalah, kenapa kita tidak bertanya kepada inner child kita tentang jalan keluarnya?,” ujar Tulus.

Bagus Pandu menambahkan, bahwa kolaborasi ini merupakan wujud peleburan dua kesenian yaitu seni musik, yang menjadi satu kesatuan dengan seni lukis dimana dua karya ini berangkat dari tema Arung Samudra dari perspektif masing-masing pembuat karya.

Para penikmat seni, baik bagi yang menikmati lagunya, atau menikmati lukisannya, pasti akan mampu menghadirkan kesan dan arti bagi masing-masing penikmatnya tergantung bagaimana dia menterjemahkan dua karya ini.

Irfan sang vokalis menuturkan, dengan dirilisnya Arung Samudra, semoga akan mampu menjadi teman bagi para Delikuy, para penggemar Delika, yang mungkin pada saat menikmati karya kami mereka sedang berjuang untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing.

Lukisan “Arung Samudra” karya Tulus, kini tengah dipamerkan dalam eksebisi galeri seni di 2madisson Gallery Kemang Jakarta Selatan bersama dengan karya Tulus yang lain hingga tanggal 2 Oktober 2022 nanti. Sedangkan, lagu “Arung Samudra” karya Delika dapat didengarkan di seluruh platform streaming musik digital mulai tanggal 23 September 2022. (SNT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *