TAPTENG – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu-Mahmud Lubis (MAMA) mengatakan, butuh terobosan dan komitmen untuk mewujudkan birokrasi yang ideal hingga terwujudnya peningkatan pelayanan publik.
“Reformasi birokrasi itu harus diwujudkan dan tidak ada lagi intimidasi. Kami percaya pelayanan yang efektif dan optimal itu bisa dilakukan para ASN apabila diperhatikan dan disejahterakan. Jika hak-hak mereka dipotong dan dipungli itu tidak akan optimal pelayanannya,” kata Masinton Pasaribu di Pandan, Senin (23/9/2024).
Berdasarkan informasi yang diperoleh lanjut Masinton Pasaribu, pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, ASN mengeluhkan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga 50 persen. Tidak hanya ASN, honorer darah juga dipaksa terlibat politik praktis.
“Hal-hal seperti itu tidak bisa lagi ada di Tapanuli Tengah,” tegas Masinton Pasaribu.
Pasangan MAMA kata Masinton, akan menciptakan sistem pemerintahan yang berlandaskan aturan. karir ASN berdasarkan kemampuan bukan titipan atau kepentingan.
“Bagi kami pemerintahan yang benar pemerintahan yang berjalan dengan sistem ketika tidak melakukan mutasi sesuka hati. Ini yang kita mau hadirkan di Tapanuli Tengah ini, adalah birokrasi pemerintahan yang benar-benar bekerja dengan sistem, bekerja dengan profesional melayani sepenuh hati,” papar Masinton Pasaribu.
Masinton juga mengharapkan agar ASN tidak menjadi alat politik menunjukkan keberpihakan kepada paslon tertentu.
“ASN, para kepala desa dan perangkat desa bekerjalah secara proporsional dan tidak ikut dalam politik praktis apalagi berpihak kepada paslon tertentu. Kita meminta semua berkerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” harap Masinton kelahiran Tapteng 1971 itu. (ren)






