TAPTENG – Calon Bupati Masinton Pasaribu mengatakan, Pilkada Tapteng yang digelar serentak pada 27 November 2024 mendatang, merupakan tonggak awal perubahan menuju Tapteng baru Naik Kelas.
“Bila Masinton-Mahmud (MAMA) menang, akan menjadi tonggak awal pemerintahan daerah yang baik, transparan, akuntabel, bebas korupsi dan anti pungli,” kata Masinton Pasaribu kepada masyarakat Kecamatan Sorkam Barat, Sabtu petang (26/10/2024).
Masinton menjelaskan, selama kampanye dan blusukan keluar masuk desa, MAMA merasakan getaran, suara hati dan keinginan masyarakat Tapteng, bahwa semuanya menginginkan perubahan.
“Perubahan tidak datang begitu saja turun dari langit. Perubahan itu harus diperjuangkan. Dan semangat perubahan ini harus menjadi kekuatan untuk memenangkan suara rakyat pada 27 November nanti. Siap Bapak-Ibu ya!,” seru Masinton Pasaribu.
MAMA punya komitmen menghadirkan pemerintahan yang adil untuk semua masyarakat Tapteng. Akan membuka selubung ‘Katak dalam Tempurung’ mewujudkan Tapteng Naik Kelas.
Bersama MAMA, Tapteng akan menjadi lebih baik dan maju dibanding kabupaten lainnya di Sumatra Utara. Karena anggaran daerah (APBD)-nya akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Siap memenangkan MAMA?, Siap menang telak di Pilkada 27 November 2024?, Siap memperjuangkan perubahan bersama MAMA?,” tanya Masinton Pasaribu, dijawab “Siap” secara kompak oleh warga yang hadir.
Masinton mengungkap, ia sudah memotret kondisi Tapteng. Secara umum, masih banyak persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi di antaranya, layanan pendidikan, distribusi air bersih, kesehatan, pertanian, perikanan, hingga infrastruktur jalan.
Masih banyak ditemukan infrastruktur jalan dan irigasi yang buruk. Juga persoalan banjir, ketiadaan jaringan air bersih ke rumah warga. Ada juga keluhan soal distribusi pupuk bersubsidi yang tidak tepat sasaran.
Jika masyarakat memberi mandat dan Tuhan Yang Maha Kuasa merestui, MAMA akan menghadirkan pemerintahan yang melayani semua masyarakat, membangun Tapteng adil untuk semua, lestari dan berkeadaban.
MAMA akan adil untuk masyarakat petani, adil untuk ibu-ibu pedagang UMKM, adil untuk anak-anak muda, adil untuk nelayan, dan adil untuk semua lapisan masyarakat.
“Akses jalan yang belum diaspal, kita upayakan agar bisa diaspal. Kalau jalannya belum tembus, ke depan kita upayakan agar itu tembus,” kata Masinton.
Untuk jaringan air bersih, akan disiapkan infrastruktur pipa distribusi agar rumah-rumah warga bisa mendapatkan air bersih.
“Untuk petani, nanti kita siapkan tenaga penyuluh pertanian di setiap desa, tugasnya mendampingi dan melatih kelompok tani agar hasilnya meningkat,” katanya.
MAMA juga akan menghadirkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Dapil 3 untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kalau ada warga yang sakit, tidak harus dibawa berobat ke RSUD Pandan. Kemudian, di setiap kecamatan akan ada Puskesmas dengan fasilitas rawat inap,” katanya.
MAMA juga akan menumbuhkan UMKM, atau usaha kecil dan industri rumah tangga, ibu-ibu yang suaminya melaut bisa dilatih keterampilannya untuk bisa menambah usaha keluarganya.
Begitu pun dengan anak-anak mudanya. Sebagai generasi penerus bangsa harus tumbuh dengan kreativitas, tumbuh dengan keceriaan, tumbuh dengan semangat mudanya.
“Akan kita fasilitasi, kalau senang seni, disiapkan sanggar-sanggar, sehingga anak-anak muda bisa mengekspresikan bakatnya. Kalau senang olahraga sepak bola, kita siapkan fasilitas sepak bola mini tapi berstandar internasional,” katanya.
Semua itu dapat diwujudkan kalau pemerintahnya tidak korupsi, sehingga anggaran daerah bisa digunakan untuk membangun fasilitas buat masyarakat. Tapi kalau pemimpinnya korupsi, maka itu hal yang mustahil.
“Kalau pemimpin yang berpikir tentang masyarakat. Meski anggarannya kurang, dia akan upayakan bagaimana cara yang terbaik untuk membangun daerah dan kepentingan masyarakatnya,” tambah Masinton. (ren)






