Agincourt Resources Komit Jaga Keseimbangan Aktivitas Tambang Dengan Kelestarian Lingkungan

IMG 20250526 200923
FOTO: Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, menyampaikan sambutan saat pembukaan kegiatan Media Capacity Building, yang di gelar di Marianna Resort & Convention, Tuktuk, Samosir, Senin (26/5/2025).

SAMOSIR – Presiden Direktur PT. Agincourt Resources (AR), Muliady Sutio mengatakan, sebagai obyek vital nasional, PT Agincourt Resources (PTAR) tidak hanya fokus pada pencapaian produksi emas dan perak.

Lebih dari itu, PT. AR berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan tambang dan kelestarian lingkungan.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Muliady Sutio saat pembukaan kegiatan Media Capacity Building, yang di gelar di Marianna Resort & Convention, Tuktuk, Samosir, Senin (26/5/2025).

IMG 20250526 WA0008

Di acara bertajuk “Mendorong Jurnalisme Obyektif untuk Pertambangan Berwawasan Lingkungan” ini, Muliady mengungkapkan jika ‘Living in Harmony’ adalah semangat dan komitmen pengelola Tambang Emas Martabe dalam mengintegrasikan praktik berkelanjutan, di seluruh aspek kegiatan operasional.

“Living in Harmony menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan aktivitas bisnis. Melalui inisiatif yang berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, pengurangan dampak lingkungan, dan kolaborasi pemangku kepentingan, kami ingin menciptakan masa depan yang memungkinkan masyarakat dan ekosistem berkembang bersama,” papar Muliady.

Dia menerangkan, praktik keberlanjutan yang diterapkan pihaknya bukan sebatas isapan jempol semata.

Hal ini tercermin dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice), pengelolaan tailings yang aman, reklamasi lahan bekas tambang, serta pengembangan area konservasi di sekitar Tambang Emas Martabe.

“Pengelolaan lingkungan menjadi fokus utama perusahaan. Kapasitas waste dan tailings storage yang semakin terbatas, menjadi tantangan tersendiri pada masa depan. Dari itu, kami tengah mengimplementasikan sistem pengelolaan tailings kering sebagai solusi untuk mengurangi risiko lingkungan dan memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang,” sebut Muliady.

IMG 20250526 WA0009

Dijelaskannya, perusahaan yang beroperasi sejak tahun 2012 itu, telah mencatatkan total kontribusi kepada negara dan daerah sebesar USD108 juta. 50 persen diantaranya dialokasikan sebagai pembayaran royalti kepada pemerintah pusat dan daerah.

Royalti yang dibayarkan sebesar USD 53,5 juta dengan rincian, 20 persen untuk pemerintah pusat, 16 persen untuk Provinsi Sumatra Utara, dan 64 persen untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan kabupaten lainnya.

“Dengan dukungan teknologi modern dan praktik terbaik, kami berupaya menerapkan praktik pertambangan yang tidak hanya efektif secara operasional tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan Media Capacity Building ini dihadiri puluhan wartawan dari beberapa daerah, termasuk dari Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), berlangsung selama tiga hari. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *