Sekda Tapteng Bersama Uskup Sibolga Resmikan Pipanisasi Air Bersih Bagi Warga Lobu Singkam Sitahuis

IMG 20260801 WA0019
Sekdakab Tapteng Bersama Uskup Sibolga Resmikan Pipanisasi Air Bersih Bagi Warga Lobu Singkam Sitahuis.

SITAHUIS – Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Tengah (Tapteng) Binsar TH Sitanggang bersama Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga menghadiri serah terima bangunan pipanisasi air bersih untuk masyarakat Lobu Singkam, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Sabtu 1 Agustus 2026.

Acara yang sarat kebersamaan ini dipusatkan di Gereja HKBP Lobu Singkam, Kecamatan Sitahuis.

Bacaan Lainnya

Infrastruktur air bersih ini dibangun sebagai solusi atas krisis air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga pascabencana alam pada tahun 2025 lalu.

Proyek pipanisasi sepanjang 2 kilometer ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Keuskupan Sibolga, Asosiasi Samudera, serta semangat gotong royong masyarakat Lobu Singkam, Kelurahan Nauli, yang kini telah dimanfaatkan oleh 105 Kepala Keluarga (KK).

Binsar Sitanggang mengapresiasi program pemenuhan kebutuhan pokok ini.

“Kami mengharapkan kepada masyarakat agar memanfaatkan bangunan ini dengan baik, serta merawatnya agar fasilitas ini bisa terus berguna dalam jangka panjang,” katanya.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam demi mencegah potensi bencana susulan.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan hasil hutan untuk peningkatan ekonomi keluarga, tetapi jangan sampai kita menebang pohon yang dapat merusak lingkungan,” Binsar Sitanggang menambahkan.

IMG 20260801 WA0025

Senada dengan hal tersebut, Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga mengungkapkan bahwa inisiatif pembangunan ini didasari oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi warga yang kesulitan mendapatkan akses sumber air bersih yang layak.

“Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama Keuskupan Sibolga, Organisasi Samudera, Pemerintah, dan Masyarakat yang saling bergotong royong,” tutur Uskup.

Ia juga berpesan agar fasilitas air bersih ini dijaga bersama secara.

“Kami menyampaikan bahwa air ini tidak boleh diklaim oleh pihak manapun. Ini merupakan air dari masyarakat dan untuk masyarakat tanpa ada perbedaan,” kata Mgr. Fransiskus.

Turut hadir Camat Sitahuis, Organisasi Samudera, Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Sitahuis serta masyarakat. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *