Pegunungan Aek Sipilit Dusun Malaka Tukka Longsor, Warga Diminta Waspada 

IMG 20251123 205936

TUKKA – Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut) diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sejak Jumat malam (21/11/2025) hingga Sabtu pagi (22/11/2025).

Akibatnya, Pegunungan Aek Sipilit Lingkungan 4 Malaka, Kecamatan Tukka, longsor.

Bacaan Lainnya

Kepala BPBD Tapteng Rahman Husein mengatakan tanah longsor ari pegunungan itu membawa material kayu dan tanah lumpur, dan mengendap atau tertahan di sekitar Lingkungan 4 Malaka, Kecamatan Tukka.

“Saat ini pemukiman di hilir sungai masih dalam kondisi aman, namun hujan masih berlanjut. Masyarakat yang berada di bantaran sungai diimbau agar waspada, dan disarankan jika terjadi hujan lebat secara terus menerus diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

BPBD dan Satpol PP Tapteng serta Pemerintah Kecamatan Tukka, terus memantau kondisi air sungai di hulu dan di hilir, serta mengimbau warga tetap siaga.

Plt. Sekretaris Daerah Tapteng Nurjalilah meminta Kepala BPBD, Camat Tukka, Kades dan Aparat Desa agar mengimbau dan mengedukasi masyarakat agar tetap siaga bencana banjir, longsor ataupun kecelakaan di jalan raya karena dalam kondisi hujan, jalan licin atau pun adanya timbunan material akibat banjir longsor.

Terpisah, Camat Tukka Muharman Aritonang mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi dari hulu sungai yang berada di pemandian Pondok Bambu, Kelurahan Hutanabolon meluap.

“Kondisinya tetap kita pantau, dan kondisi rumah penduduk masih aman dan kondusif,” katanya.

IMG 20251123 WA0007

“Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, kami masih tetap berjaga-jaga dan siaga serta saling berkoordinasi dengan BPBD, Kades, aparat desa, kepling dan masyarakat,” kata Murharman Aritonang.

Saat ini sebanyak 8 KK dengan 50 jiwa di Lingkungan 4 Kelurahan Hutanabolon, memilih tidur di gereja karena mereka kuatir terjadi banjir di tengah malam.

BPBD telah mendirikan tenda di sekitar gereja dan telah membagikan selimut kepada warga tersebut. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *