SIBOLGA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) menyelenggarakan kegiatan panen bersama Demplot Padi Varietas Gamagora 7, di Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muaratais.
Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Tapsel.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, Pimpinan Bulog KC Padangsidimpuan, Kepala Dinas Pertanian beserta jajaran OPD terkait, BPS, perangkat kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Riza Putera dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan implementasi varietas unggul Gamagora 7.
“Bahwa penggunaan bibit unggul yang didukung dengan teknik budidaya yang tepat merupakan wujud nyata peran Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan daerah serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Keberhasilan demplot ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat pertanian di Tapanuli Selatan,” kata Riza Putra kepada wartawan, Rabu (04/02/2026).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tapsel memaparkan bahwa lebih dari 1.000 hektare lahan sawah di sektor pertanian daerah terdampak bencana alam mengalami puso.
“Oleh karena itu, keberhasilan demplot Gamagora 7 akan dijadikan sebagai model untuk direplikasi ke wilayah lain guna menjaga stabilitas pasokan pangan daerah,” katanya.
Dinas Pertanian juga berharap dukungan Bank Indonesia dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendorong Gapoktan Tatengger berkembang menjadi pusat penangkaran bibit Gamagora 7 secara mandiri.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi daerah, Bank Indonesia turut menyerahkan dukungan sarana prasarana berupa mesin bor tanah kepada Kelompok Tani Aek Nabara.
Fasilitasi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sektor hulu kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Berdasarkan hasil pengubinan yang dilakukan di tiga titik oleh Dinas Pertanian bersama BPS, rata-rata hasil panen padi Gamagora 7 mencapai 9,64 ton per hektar.
Capaian ini jauh melampaui rata-rata produktivitas padi eksisting di Tapanuli Selatan yang berkisar 5–6 ton per hektar, sehingga tergolong sangat baik.
Melalui keberhasilan demplot ini, diharapkan ketahanan dan kemandirian pangan daerah semakin kuat serta pendapatan petani lokal dapat meningkat secara berkelanjutan.
Bank Indonesia akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (ren)






