Bupati Tapteng Tinjau Normalisasi Sungai di Tukka

WhatsApp Image 2026 10 08 at 22.30.10
Foto: Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau proses normalisasi sungai di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.

TAPTENG – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) terus menunjukkan komitmen nyata dalam upaya melindungi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, yang terjadi pada 25 November 2025.

Komitmen dimaksud adalah melakukan normalisasi aliran sungai di wilayah terdampak di Kecamatan Tukka, sehingga ketika hujan turun, permukiman warga tidak lagi menjadi sasaran banjir.

Bacaan Lainnya

Secara berulang, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu melakuakn peninjauan proses normalisasi sungai untuk memastikan pengerjaannya berjalan sesuai perencanaan.

Masinton Pasaribu menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu hadir untuk menjawab kebutuhan dasar warga, dan memastikan penanganan normalisasi sungai berjalan efektif.

“Kita hadir melakukan peninjauan normalisasi sungai ini untuk kepentingan masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah daerah akan terus berbuat dan memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” jelasnya.

Peninjauan diawali di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka. Bupati Masinton melihat langsung pproses pembangunan bronjong penahan tebing di Sungai Aek Silagala untuk mencegah erosi dan luapan air ke permukiman.

Selanjutnya, mantan Anggota DPR RI dua periode itu juga meninjau rencana tapak pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana di Kelurahan Tukka.

Ia menekankan pentingnya perencanaan terstruktur agar kawasan hunian baru tersebut aman, layak huni, serta berkelanjutan.

Selanjutnya, Bupati Masinton meninjau proyek normalisasi Sungai Aek Saili di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, untuk memastikan pengerjaan alat berat dalam mengeruk dan memperlebar alur sungai berjalan lancar.

“Dengan pengerjaan alat berat dan normalisasi ini, kita berharap debit air dapat tertampung dengan baik sehingga tidak ada lagi banjir berkelanjutan yang merugikan aktivitas serta perekonomian warga. Kita akan terus berbuat demi keselamatan dan kebaikan Tapanuli Tengah,” tegasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *