TAPTENG – Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mendampingi Tim Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, dipimpin oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatra Utara (Sumut), Brigjen TNI Fadjar Tjahyono, untuk monitoring dan evaluasi (monev) progres penanganan bencana di Tapteng.
Monitoring diawali dengan meninjau sejumlah titik terdampak bencana, di antaranya areal persawahan di Kelurahan Bonalumban, pembangunan tanggul di Kelurahan Sipange, serta pembangunan sabo dam di Lingkungan V, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.
Peninjauan ini untuk memastikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai perencanaan serta memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim Supervisi yang dipimpin Brigjen TNI Fadjar Tjahjono. Kami berharap pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka dapat terus dilanjutkan hingga selesai. Demikian juga, kami mengharapkan pembangunan sabo dam di Kelurahan Sipange sehingga masyarakat tidak lagi dihantui rasa khawatir dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata Bupati Masinton Pasaribu.
Bupati Masinton memaparkan bahwa Tapteng merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat di Sumatra Utara.
Di Kelurahan Hutanabolon dan Kelurahan Sipange, terjangan banjir membawa material sedimen dalam jumlah besar yang merusak lingkungan serta melumpuhkan aktivitas warga di setiap hujan datang warga selalu merasa was-was banjir susulan datang.
Meski Pemkab Tapteng memiliki keterbatasan sumber daya, pemerintah daerah terus berupaya melakukan percepatan penanganan dengan mengoptimalkan kewenangan yang ada serta memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berkomitmen untuk melakukan penanganan secara cepat demi membantu masyarakat. Seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab, tanpa ada niat ataupun tindakan yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku,” tegas Masinton.
Sementara itu, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menjelaskan bahwa Tim Monev memiliki peran strategis sebagai unsur pelaksana lapangan Posko Nasional.
Tugas utama tim ini meliputi penyajian data faktual dan terverifikasi, memantau kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan fisik, mengidentifikasi hambatan di lapangan, hingga memberikan peringatan dini terhadap potensi keterlambatan target.
Tim Monev juga memiliki kewenangan untuk meminta dokumen pelaksanaan, melakukan pengecekan fisik langsung, serta menyampaikan rekomendasi resmi kepada Posko Nasional guna mendukung pengambilan kebijakan strategis.
Melalui kegiatan monev ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, sehingga berbagai permasalahan rehabilitasi dan rekonstruksi di Tapanuli Tengah dapat segera terselesaikan dan manfaatnya lekas dirasakan oleh masyarakat terdampak. (ren/ril)







