oleh

Warga Tapanuli Tengah Resahkan Penipuan Alat Penghemat Listrik

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – “Penjualnya datang ke rumah-rumah menawarkan alat ini. Katanya untuk menghindari membengkaknya pembayaran tagihan listrik akhir-akhir ini pada meteran rumah kami. Dia tinggal dicokkan, terus bisalah menghemat listrik,” begitu keluhan Boru Hutagalung, seorang warga Prancis, Kelurahan Albion, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kepada awak media, Minggu (7/1/2018).

Dia mengaku merasa tertipu oleh alat tersebut. Produk yang dibandrol dengan harga Rp300.000/unit itu banyak diedarkan di kawasan pelosok dan sasarannya pelanggan PT PLN yang ekonomi lemah.

Putri Boru Hutagalung, S Br Tarihoran menambahkan, dengan bahwa produk mereka mampu menghemat pemakaian arus, para penjualnya berhasil merayu sejumlah warga yang kurang paham dengan kelistrikan.

“Mereka itu sangat licik dan lihai, mereka mengincar seperti janda tua yang tinggal sendiri di rumahnya. Dan berbagai rayuan dan sedikit menakut-nakuti akan bahaya arus listrik pada pemakaian yang berlebihan di rumah tangga, maka mereka banyak menipu orang-orang tua yang tinggal sendiri,” ungkap S Br Tarihoran.

Dia juga mengatakan kalau ibunya tinggal sendiri di rumahnya, sedangkan anak-anaknya di perantauan. Indikasi penipuan itu baru ditahui ketika mereka pulang kampung untuk tahun baruan.

“Kemarin baru tahu, ketika tiba di rumah ini, ibuku bilang alat penghemat listrik ini tidak ada gunanya sama sekali. Dan ibuku mengatakan sudah merasa ditipu dengan alat ini,” tambahnya.

Mereka berharap agar warga lainnya tidak menjadi korban juga, dan meminta pihak PT PLN bisa memberikan sosialisasi tentang produk-produk kelistrikan yang aman dan bermanfaat untuk rumahtangga.

“Bagi masyarakat agar lebih waspada, bila ada yang menawarkan jasa seperti ini, segera hubungi pihak PT PLN atau petugas, agar tidak menjadi korban alat seperti ini,” jelasnya. (JP)

Komentar