Duh! Status Guru Honor Tapi Gajinya Dipotong Pula

oleh
Foto Gideon Purba, Ketua Forum Honor K2 Tapteng. Foto: ist.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Sejumlah Guru honorer SMA-SMK di Kabupaten Tapanuli Tengah mengaku kecewa atas adanya potongan gaji.

Ketua Forum Honor K2 Tapanuli Tengah Gideon Purba kepada wartawan, Rabu, (10/1/2018) mengatakan, gaji guru yang disebut dipotong tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumut terhitung mulai Bulan Juli-Desember 2017.

Kata Gideon, pemotongan gaji guru honorer yang tergabung dalam forum honor K2 itu dilakukan oleh oknum-oknum Kepala Sekolah di Tapteng dengan alasan yang tidak jelas.

“Saya saja tidak mau bersedia menerima gaji honor saya karena adanya pemotongan,” jelas Gideon.

Foto: Rekaputilasi Penerimaan Gaji Honor Gideon Purba dan Guru Honor Lainnya.

Menurut Gideon, gaji honor yang diterima dari Provinsi sebesar Ro40ribu/jam. Namun yang mereka terima kisaran Rp10-12ribu/ jam.

Dia mencontohkan bahwa gaji honor yang harus diterima dari provinsi sebesar Rp2,4 juta selama 6 bulan, namun dislip rekapitulasi pembayaran gaji di Sekolahnya SMK N 1 Barus Utara tertera hanya Rp750ribu.

“Ini namanya pungli, makanya saya tidak mau menerima dan meneken slip gaji itu. Sementara teman-teman yang lain sudah ada juga yang meneken mungkin karena faktor ekonomi dan lain sebagainya. Namun masih banyak juga guru-guru honor yang tidak mau meneken karena adanya pemotongan itu. Makanya saya berani mengungkapkan ke media karena ini sudah jelas namanya pungli dan pembohongan. Dan kami meminta agar Dinas Pendidikan Provsu atau KUPT Disdik Sibolga segera turun tangan menyikapi ini serta bertindak,” tegasnya.

Sementara itu oknum Kepala Sekolah tempat Gideon mengajar ketika dikonfirmasi membantah ada pemotongan. Ia mengaku siap berhadapan dengan hukum jika dirinya ada melakukan pemotongan terhadap gaji guru honor.

“Ini menyangkut uang, tidak bisa katanya, melainkan harus ada bukti. Kalau memang saya terbukti ada memotong gaji guru honor saya, saya siap berhadapan dengan hukum,” kilah Kepala Sekolah SMKN 1 Barus Utara, Marlon Situmorang kepada wartawan.

Sementara itu Kepala UPT Sibolga Dinas Pendidikan Sumut Rustam Effendi Hasibuan yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa tidak ada alasan kepala sekolah untuk memotong gaji guru honorer. Itu murni yang diperjuangkan di Provinsi dan untuk membayar gaji guru honorer.

“Tolong berikan kepada kami data sekolah mana saja yang memotong gaji guru honorer itu. Dan kami menghimbau agar guru honorer jangan mau menerima gaji dan meneken slipnya kalau ada pemotongan, karena gaji itu ditransfer langsung ke rekening sekolah, dan sekolah membayarkan kepada guru honorer sesuai dengan jumlah jam mengajarnya tanpa ada potongan,” tandasnya.

Namun sayang, hingga saat ini belum diperoleh klarifikasi dari Dinas Pendidikan Prov Sumut terkait keluhan para guru honorer tersebut. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *