oleh

Bendahara UPT Disdik Hiliduho Nias Tewas Dirampok

Smart News Tapanuli, NIAS – Bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), Amirudin Gulo, alias Ama Rohani (50) tewas, diduga akibat ditikam dengan pisau dibagian leher depan hingga tembus kebelakang kepala, serta didapati sejumlah luka tusukan ditubuh korban, Selasa, (6/2/2018).

Peristiwa mengenaskan ini terjadi ketika korban menuju kantor tempat korban bertugas di ibukota Kecamatan Hiliduho sekitar pukul 10.30 WIB.

Informasi diperoleh, TKP nya di Jalan raya menuju arah Alasa Km 13, tepatnya di Desa Onowaembo Dusun IV Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli, kota Gunungsitoli, Nias.

Menurut keterangan dari sejumlah sumber yang tak bersedia dituliskan namanya mengatakan, kejadian ini diketahui ketika salah seorang sopir mobil pick up yang sedang menuju Alasa. Sopir yang belum diketahui namanya melintas dari TKP dan melihat korban tergeletak dipinggir jalan dan langsung berteriak meminta tolong.

“Melihat korban dalam keadaan sekarat, kemudian sopir mobil pick up tersebut berhenti di salah satu sekolah yang tidak jauh dari TKP, lalu memberitahu kejadian itu kepada sejumlah warga,” kata sumber kepada awak media.

“Pak, disana ada penikaman. Nampaknya korban memakai celana dinas PNS, tolong dilihat,” ujar sumber menirukan ucapan sopir mobil pick up tersebut.

Sesaat setelah mendapatkan informasi, sumber bersama beberapa rekannya menuju TKP, dan melihat korban berlumur darah tergeletak di pinggir jalan bersama sepeda motornya.

Pada saat itu, sumber menyebutkan bahwa korban berteriak minta tolong sembari menyebut nama salah satu jabatan pelaku. Kemudian, sumber (saksi) menuju kantor UPT Disdik dan Puskesmas Hiliduho untuk memberitahukan kejadian itu.

Kepala UPT Disdik Kecamatan Hiliduho Eliyaki Telaumbanua saat dikonfimasi mengatakan bahwa korban sedang dirawat di Puskesmas Hiliduho.

Oleh Hiliduho menyatakan bahwa korban telah menghebuskan nafas terakhirnya setelah sempat mendapat perawtan medis.

“Korban merupakan bendahara adalah bendahara UPT Disdik Hiliduho, dan telah meninggal,” ucap Eliyaki.

Eliyaki menerangkan, korban diduga membawa uang untuk gaji guru di mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas kesehatan Kecamatan Hiliduho, Sebastian F Mendrofa kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa korban meninggal dunia akibat luka tusukan pada bagian leher depan tembus hingga kebelakang. Ditubuh korban juga ditemukan sejumlah luka yakni di kepala bagian kiri belakang dan kepala bagian atas telinga kiri dan bahu sebelah kiri, dan terlalu banyak darah yang sudah keluar,” terang Sebastian.

Masih di Puskesmas, Kapolsek Hiliduho AKP Desraman Jaya Hia, SE saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Menurut Desraman, peristiwa itu terjadi pukul 10.30 WIB, Selasa (6/2/2018).

“Kejadiannya di Jalan raya arah Hiliduho menuju arah Alasa di Desa Onowaembo, Dusun IV Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli,” kata Desraman.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya juga saat itu sedang melakukan patroli bersama dua personilnya yakni Brigadir J. Malau dan Brigadir Satria Siregar. Di TKP kami melihat korban bersimbah darah, dan dengan segera melakukan pertolongan membawa korban ke Puskesmas Hiliduho,” ungkapnya.

Kemudian kata Kapolsek, di TKP juga ditemukan satu unit sepeda motor milik korban dan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Semua barang bukti tersebut telah kita amankan di Polsek Hiliduho, sedangkan kejadian ini telah kita laporkan kepada Kapolres Nias,” ujarnya.

Sementara, korban telah dibawa kerumah duka di Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Sedangkan terduga pelaku yang dbelum diketahui identitasnya, masih dalam pencarian.(ril/And/Job Purba)

Komentar