Duh, Demi Sekolahkan Anak, Ibu ini Tak Pikirkan Bangun Rumah

  • Whatsapp
Juliana Duduk di Pintu Rumah Bersama Anaknya. FOTO: Job Purba/Smart News Tapanuli.

Pinangsori – Perjuangan seorang ibu rumah tangga di Lingkungan VII Pagar Batu, Kelurahan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) ini untuk menyekolahkan anaknya patut diacungi jempol. Dia adalah Juliana (45), tinggal di rumah reot miliknya yang terbuat dari papan dan sudah termakan usia.

Juliana, janda dua anak ini sehari-harinya bekerja sebagai petani di lahan warga dan di lahan keluarganya.

Kendati rumahnya yang sudah layak dibangun, namun dirinya belum memikirkan untuk membangun rumahnya itu. Dari hasil keringatnya setiap hari, masih difokuskan untuk biaya anaknya bersekolah. Hal itu memang tujuan utama Juliana.

“Kalau untuk membangun rumah kami ini memang saya belum mampu karena membutuhkan biaya besar. Yang paling penting sekarang adalah anak saya bisa sekolah dan menjadi anak yang berbakti pada orangtuanya nantinya serta berprestasi di sekolahnya, itu sudah kebanggaan tersendiri buat saya,” ujar Juliana.

Amatan, kondisi rumah Juliana yang berdinding papan, sementara lantainya sudah keropos dan berlobang. Banyak juga tiang-tiang penyangga bangunan rumah berukuran 6×6 meter ini telah busuk, sehingga terpaksa ditopang dengan bebatuan agar tidak tumbang.

Dia menuturkan terpaksa berjuang sendiri membiayai kebutuhan rumah tangga dan biaya anaknya bersekolah karena sudah di tinggal suaminya.

“Saya harus berjuang sendiri menghidupi keluarga, dan menyekolahkan anak saya ini. Suamiku sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Untuk sampai ke sekolah tidaklah dekat, anaknya harus naik angkot dan membutuhkan biaya ongkos pulang pergi setiap hari masuk sekolah.

“Makanya saya harus kerja tiap hari, baik di lahan orang maupun di ladang milik keluarga saya, agar dapat membiayai anak saya bersekolah. Karena jauh juga sekolahnya, harus saya siapkan Rp.20.000/hari untuk ongkos mereka. Yang satu kelas 1 SMA dan satu lagi kelas 3. Inilah, pas lagi ujian mereka,” katanya. (Job Purba)

 

Editor: Ren Morank

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *