oleh

Bahaya, Jangan Pakai Tabung Gas 3 Kg Kalau Sudah Begini

Sibolga – Anggota DPD RI Parlindungan Purba meminta PT Pertamina segera melakukan evaluasi, mengecek dan mengganti tabung gas elpiji yang sudah berkarat atau mengalami korosi. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna gas elpiji.

Kalau tabungnya sudah berkarat atau korosi, dikhawatirkan terjadi gesekan-gesekan, sehingga dinilai kurang aman digunakan masyarakat.

“Saya berharap ini segera diselesaikan PT Pertamina, ini kan pelaku ekonominya ada, tinggal perintahkan aja, karena ini termasuk pemeliharaan tabung gas agar layak digunakan,” kata Parlindungan Purba di sela meninjau gudang elpiji 3kg milik PT Juwily di Jalan Kenari Kota Sibolga, Senin (12/3/2018) sore.

Parlindungan Purba yang datang bersama Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang mengatakan semua pihak tentu tidak ingin masyarakat pengguna gas elpiji menjadi khawatir melihat tabung gas elpiji yang berkarat tetapi masih juga diedarkan.

“Makanya kita berikan masukan kepada PT Pertamina untuk mengecek kembali tabung gas elpiji yang berkarat. Mungkin kalau di Kota Medan tabung gas yang berkarat seperti ini gak ada ditemukan lagi, tapi ini kan jauh dari Kota Medan,” ujar Parlindungan.

Parlindungan menilai distribusi Melon Gas (elpiji 3kg) di Kota Sibolga cukup bagus dan kesadaran masyarakatnya juga sudah membaik. Artinya, gas elpiji 3kg benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak atau tidak mampu.

Sedangkan untuk Bright Gas (5,5kg) dan Blue Gas (12kg) juga sudah dipasarkan secara ekonomis dan ternyata harganya ini mengalami penurunan juga.

“Saya menilai ini sudah cukup bagus. Secara perlahan masyarakat tidak tergantung lagi kepada subsidi pemerintah,” ucapnya.

Dia menambahkan, soal distribusi yang terlambat sesungguhnya tergantung pada kuota yang ada. Hal ini pun perlu didukung kesadaran masyarakat.

“Tetapi pada hari besar tertentu, pemerintah telah berupaya memenuhi permintaan penambahan kuota untuk masyarakat. Karena ini menyangkut masalah energi, maka pengadaan gas elpiji ini termasuk yang sangat dibutuhkan,” sebutnya.

Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Wakil Wali Kota meninjau gudang elpiji milik PT Juwily di Jalan Kenari Sibolga.

Manager operasional PT Juwily Sahnan Habib menjelaskan kondisi terkini bahwa masih banyak warga yang berebut membeli Melon Gas ketimbang Bright Gas meski tergolong keluarga mampu.

Sementara PT Juwily selaku distributor elpiji 3kg di Kota Sibolga hanya mendapatkan kouta reguler. Akibatnya, ada juga warga yang tidak kebagian jatah gas bersubsidi. Hal ini diperparah lagi dengan kondisi langkanya elpiji 3kg di Tapteng, sehingga banyak juga warga Tapteng yang berburu elpiji 3kg ke Kota Sibolga. (Ren Morank)

Komentar