oleh

Usai UN Pelajar Konvoi dan Ugal-Ugalan, Begini Reaksi Bupati Tapteng

Tapanuli Tengah – Aksi coret-coret seragam sekolah serta konvoi dan ugal-ugalan dijalanan dengan menggunakan sepeda motor oleh gerombolan pelajar usai mengikuti ujian nasional (UN) dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat, apalagi para pengguna jalan (pengendara) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung sejak Kamis, (5/4) kemarin hingga hari ini, Jum’at, (6/4).

Menyikapi hal itu, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung memerintahkan seluruh camat di 20 kecamatan di daerah itu untuk turun kelapangan melakukan penertiban terhadap pelajar yang melakukan aksi coret-coret seragam, konvoi dan ugal-ugalan, jika melintas di wilayah masing-masing kecamatan.

“Ya benar, Bupati Tapteng langsung memerintah seluruh camat untuk turun kelapangan menertibkan para pelajar yang melakukan konvoi dan ugal-ugalan tersebut, karena mengganggu ketentraman masyarakat. Perilaku itu bukan budaya kita. Pak Bupati juga turut prihatin dengan kondisi ini. Apabila seragam sekolah gak dicoret, kan masih ada manfaatnya nanti,” ujar Fadlan Satya Siregar, Kabag Humas Pemkab Tapteng kepada Smart News Tapanuli melalui selulernya, Jum’at, (6/4) malam.

Lanjut Fadlan, penertiban dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas yang nanti dapat membahayakan pelajar dan pengendara lainnya.

“Apalagi masyarakat juga resah mendengar suara bising dari knalpot blong sepeda motor yang digunakan para pelajar tersebut. Jadi hal ini perlu ditertibkan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tapian Nauli Rinaldy Siregar bersama sejumlah personel Polsek dan Danramil Kolang langsung melakukan razia di jalan dikawasan Pantai Kuta, Mela.

Hasilnya, sebanyak 18 pelajar SMA yang melakukan konvoi dari arah Kolang menuju Kota Sibolga ditertibkan dan selanjutnya diamankan ke kantor Camat Tapian Nauli dengan menggunakan truk dari Danlanal Sibolga. Selanjutnya di kantor camat para pelajar yang terjaring dilakukan pembinaan.

“Sesuai instruksi Bupati Tapteng, maka saya bersama personil Polsek dan Danramil Kolang langsung turun kelapangan melakukan razia di jalan nasional di 3 titik, yakni di Pantai Kuta Mela, simpang Labuhan Angin dan Jalan Rampa Poriaha. Hasilnya sebanyak 18 pelajar kami amankan, selanjutnya kami bawa ke kantor Camat untuk dilakukan pembinaan,” ujar Rinaldy Siregar saat dihubungi melalui selulernya.

Para Pelajar Yang Konvoi Setelah Ditertibkan Lalu Diamankan ke Kantor Camat Tapian Nauli Untuk Dilakukan Pembinaan oleh Camat Tapian Nauli Rinaldy Siregar bersama personel Polsek dan Danramil Kolang.

Rinaldy mengatakan, setelah dilakukan pembinaan, para pelajar juga membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan semula. Kemudian para pelajar di ijinkan pulang.

“Dikantor camat para pelajar membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi aksi yang sama. Setelah itu mereka (pelajar, red) kami ijinkan pulang,” jelas Rinaldy.

Dia menambahkan, para pelajar yang terjaring razia itu merupakan pelajar dari daerah kecamatan Pinangsori, Sibabangun, Lumut dan dari Kota Sibolga. (ren)

Loading...

Komentar