oleh

Pangarmabar: Perairan Indonesia Rawan Dilintasi Kapal Buronan Interpol

Sibolga – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengungkapkan, perairan Indonesia saat ini masih rawan dilintasi kapal buronan International Police (Interpol), sehingga perlu ditingkatkan pengawasannya.

Selama tiga tahun terakhir, TNI AL telah menangani empat kasus penangkapan kapal buronan Interpol yang ketahuan melintas di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

“Hal ini ini mengindikasikan bahwa perairan Indonesia ternyata masih rawan terhadap perlintasan kapal-kapal yang tidak berbendera apalagi kapal buruan Interpol,” ujar Yudo Margono kepada wartawan ketika berkunjung di Mako Lanal Sibolga, Selasa (10/4).

Yudo Murgono ingin memastikan, personil TNI AL akan mengawasi seluruh aktivitas perlintasan kapal-kapal yang mencurigakan dari laut Samudera Hindia, Madagaskar dan Selat Malaka yang akan mengarungi lautan di kawasan Pantai Barat.

Yudo Margono menjelaskan, penanganan empat kasus kapal buronan Interpol itu sejak 2016-2018, kasus terakhir yakni, penangkapan kapal buronan Interpol di perairan Sabang, Aceh.

“Terakhir kita menangkap buronan Interpol STS-50 yang 10 bulan menjadi kejaran Interpol. Alhamdulillah ya kita sudah tangkap kemarin di Sabang, dan ingin berlayar melintas di perairan Indonesia, kapal itu tidak punya bendera dan tidak punya negara,” imbuhnya.

Kedatangan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono bersama rombongan disambut Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Sri Rakhmadi, Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang, Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul dan lainnya. (Job Purba)

Komentar