oleh

Warga Terus Ribut, Proyek Dyk Jalan di Aek Parombunan Terhenti

Sibolga – Untuk kedua kalinya proses pekerjaan pembuatan penahan dyk jalan, di jalan Kopral Galung Silitonga, Lingkungan VI Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, berhenti.

Penyebabnya, terjadi perseteruan antara warga yang terus berlanjut terkait kepemilikan lahan di lokasi proyek. Kemudian faktor cuaca (hujan,red) yang tidak mendukung hingga membuat lokasi pekerjaan tertimbun material longsor.

Pantauan, tampak sejumlah pekerja sibuk menyingkirkan material yang menimbun pondasi bangunan di lokasi, Rabu, 23 Mei 2018.

Harefa, seorang pekerja mengatakan mereka bekerja karena pondasi dyk yang dikerjakan tertimbun longsor akibat hujan deras kemarin malam.

Dia menambahkan, sejak Senin kemarin mereka tidak bekerja, meski sudah dijadwal untuk mengecor tiang pada minggu ini.

“Mulai Senin kemarin kami gak kerja, padahal minggu ini kami mau cor tiang, tapi gak jadi,” ucapnya.

Penyebab mereka berhenti bekerja karena setiap hari warga di sini ribut terus. “Yang ribut antara pemilik rumah ini dengan warga yang berada di atas itu,” kata Harefa.

Rohim Hamzah Lumbantobing, pelaksana CV Putri Oliv mengaku bingung dengan peristiwa tersebut.

“Tidak tahu lagi bagaimana pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu, setiap hari warga di sini ribut,” katanya.

Pihaknya selaku rekanan hanya melaksanakan pekerjaan saja, kalau ada klaim soal ganti rugi lahan bukan menjadi tanggung jawabnya.

“Kami tidak bisa berikan ganti rugi lahan dan itu bukan urusan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Aek Parombunan Firman Larosa bersama seorang pengurus LPM tampak kasak-kusuk mencari warga yang berseteru.

Di lokasi proyek, Firman memerintahkan seorang Kepling untuk mengundang warga ke kantor sekalian membawa fotocopy surat tanahnya.

“Biar masalah ini cepat selesai, jangan berlarut-larut lagi,” tegas Firman. (ferry sitohang_snt)

Komentar