oleh

Ingat! Jangan Main Ponsel Pada Waktu Ini

Smart News Tapanuli – Sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan oleh Times of India menghasilkan fakta mengejutkan tentang kebiasaan kita menggunakan ponsel.

Tanpa kita sadari, rata-rata generasi milenial bisa mengecek ponselnya hingga 150 kali dalam sehari. Hanya saja, terdapat beberapa waktu mengecek ponsel yang dianggap paling buruk bagi kesehatan kita. Kapan sajakah waktu tersebut?

Melansir doktersehat.com, Selasa, 10 Juli 2018, waktu pertama yang dianggap paling tidak sehat untuk mengecek ponsel adalah saat kita baru bangun tidur.

Padahal, banyak orang yang melakukannya demi mengecek media sosial atau pesan-pesan yang datang saat tidur.

Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, kebiasaan ini akan membuat kita mudah cemas, stres, dan menurunkan rasa bahagia saat bangun pagi.

Saat akan bekerja, saat banyak pekerjaan menumpuk, atau saat sedang membaca juga termasuk dalam waktu paling buruk untuk memainkan peralatan elektronik, karena akan memengaruhi produktivitas kerja kita dengan signifikan.

Menurut pakar kesehatan, hal ini bisa merusak konsentrasi, mengalihkan pikiran, dan akhirnya membuat kita sulit menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk.

Waktu lain yang sangat tidak disarankan untuk mengecek ponsel adalah sebelum tidur atau saat kita terbangun di tengah malam.

Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mengecek ponsel 30 menit sebelum tidur sudah cukup untuk membuat kita terpapar cahaya biru dari layar ponsel yang mampu merusak produksi hormon melatonin dan akhirnya memicu susah tidur atau tidur yang tidak nyenyak.

Hal yang sama juga akan terjadi jika kita memilih untuk mengecek ponsel saat terbangun di malam hari. Kita tidak akan kembali bisa terlelap dan akhirnya mengalami masalah kurang tidur.

Tak hanya membuat kita mudah mengantuk, hal ini juga akan memengaruhi produktivitas harian kita.

Ada baiknya kita membatasi penggunaan ponsel setiap hari agar tidak berlebihan dan tidak terlalu sering menggunakannya di waktu-waktu yang tidak baik bagi kesehatan ini.

 

editor: ren

Komentar