oleh

Pemuda Asal Tapteng Diringkus Edarkan Uang Palsu di Medan

Medan – Berawal dari perkenalan di Facebook, Ramadi Sihombing (20) tergiur ajakan Suprayogi untuk mengedarkan uang palsu di Medan.

Namun apes bagi pemuda asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) itu, ia ditangkap Tim Pegasus Polsek Percut Sei Tuan di salah satu warung dikawasan Jalan Trimurti Dusun II, Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu, 1 Agustus 2018 sekira pukul 21.00 WIB.

Kepada petugas di Mapolsek Percut Sei Tuan, Kamis, 2 Agustus 2018, Ramadi menerangkan, mengenal Suprayogi melalui facebook dan selanjutnya mereka chatingan menanyakan tentang lowongan pekerjaan.

Datang saja, ada job kita kerjakan ini,” tulis Suprayogi kepada Ramadi.

Merasa yakin, Ramadi yang hanya lulusan SMP itu kemudian nekat datang dari kampungnya ke Medan untuk menemui Suprayogi, warga tambak garapan Tambak Rejo, Kampung Karo, Desa Sidodadi, Kelurahan Batang Kuis, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Jumat, 27 Juli 2018 lalu.

Tiba di Medan, Ramadi dijemput Suprayogi disimpang Jodoh Pasar 7, Tembung.

Ramadi tak mengira, ajakan kerja yang ditawarkan itu untuk mengedarkan uang palsu. Namun, karena sudah kadung tiba di Medan, dan kemudian tanpa pikir panjang, Ramadi pun menerima ajakan Suprayogi.

Bermodalkan mesin printer, mereka mencetak uang palsu dengan bahan dasar kertas HVS.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri SH SIK menyebutkan, Ramadi tertangkap saat membelanjakan uang pecahan Rp20 ribu di warung milik Sarmadiono di Jalan Trimurti No.57B, Dusun II, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Namun sial bagi Ramadi, Sarmadiono merasa curiga dengan uang yang diterimanya. Setelah diteliti secara seksama, pemilik warung memastikan uang itu adalah palsu. Pria 43 tahun itu pun menghubungi pihak kepolisian. Mendapat laporan tersebut, Tim Pegasus turun langsung kelokasi warung itu, dan langsung mengamankan Ramadi.

“Malam itu pelaku dan temanya Suprayogi membeli rokok menggunakan upal pecahan Rp20 ribu di warung Sarmadiono,” kata Faidil, didampingi Panit I Reskrim, Ipda Supriadi.

Selanjutnya sekira pukul 10.00 WIB malam, tim Pegasus melakukan penggeledahan di kediaman Suprayogi, yang baru tiga hari dikontrak.

Dari hasil penggeledahan, petugas hanya mendapati sebilah pisau cutter dan 2 papan sepanjang 15 cm yang digunakan sebagai pemotong garis pembatas kertas uang palsu.

“Pengembangan ke rumah Supriyanto, sudah tidak ada lagi barang bukti seperti printer yang digunakan untuk membuat upal,” ujar Faidil.

Sementara dari tangan Ramadi, polisi menyita 4 lembar upal pecahan Rp10 ribu dan 12 lembar pecahan Rp20 ribu.

“Tersangka mengaku upal itu diberikan Suprayogi untuk diedarkan dengan cara berbelanja. Pelaku mengaku baru pertama kali beraksi dan tujuannya untuk uang jajan. Pelaku kita jerat dengan pasal 1 Ayat 9 UU RI No 7 Tahun 2001, tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” pungkas Faidil. (tribratanews)

Loading...

Komentar