oleh

Penjelasan Polisi Soal Murid Tikam Guru di Tapteng

Tapteng – Insiden penikaman guru yang dilakukan muridnya di SMK Negeri 1 Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu 15 September 2018, cukup mengejutkan.

Dalam keterangan tertulis Kasubbag Humas Polres Tapteng, Minggu 16 September 2018 mengatakan kejadian itu sekitar pukul 09.30 WIB di gedung SMK Negeri 1 Sorkam.

Pelakunya berinisial AP (16) siswa kelas XI, kelahiran Medan 7 Maret 2002, warga Kampung Melayu Kelurahan Kolang Kecamatan Kolang, Tapteng.

Korban berinisial PP (40) diketahui sebagai warga Kecamatan Sarudik. Sehari-harinya korban mengajar di bidang otomotif di sekolah tersebut.

“Sebelum kejadian itu terjadi, pelaku saat itu berada di ruangan kelas di jam istirahat. Tidak berapa lama kemudian korban datang dan menyuruh pelaku keluar dari kelas,” kata Kasubbag Humas Polres Tapteng Ipda Dahrul Sitompul.

“Akan tetapi pelaku tidak terima tindakan dari korban, selanjutnya pelaku mengambil pisau dapur dari tasnya kemudian menusukkannya ke arah perut korban. Setelah menikam korban, pelaku pun melarikan diri keluar sekolah,” jelasnya.

Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Sorkam.

Korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas Gontingmahe, hingga akhirnya dibawa ke RSU Dr Ferdinand Lumban Tobing Sibolga.

Tonton Liputan Video Kami di YouTube Smart News Tapanuli

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan pengakuan rekan guru korban, AP dikenal sebagai anak nakal. Sebelum masuk sekolah, AP disebut-sebut sempat memaki gurunya PS. Namun belum diketahui alasan apa AP memaki gurunya tersebut.

Sang guru otomotif tersebut akhirnya memanfaatkan jam istirahat untuk menasehati muridnya itu. Naas, AP malah bertindak nekat dengan menikam perut sang guru hingga terkapar.

Korban sempat menjalani perawatan di puskesmas Gonting Mahe, dan kemudian dilarikan ke RSU Dr FL Tobing Sibolga.

Sementara AP sempat melarikan diri dan akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan ke Polsek Sorkam.

Terkait penanganan hukum terhadap pelaku, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Hari Setyo Budi mengatakan, akan menggunakan Undang-undang perlindungan anak.

“Tentu menggunakan Undang-undang anak, mengingat pelaku adalah pelajar dan masih di bawah umur,” kata Hari Setyo Budi, kepada wartawan saat dihubungi, Minggu 16 September 2018.

Terkait insiden ini, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah. (SNT)

Komentar