Fans Hotman Paris Hutapea Datangi Kantor BPN di Pandan

  • Whatsapp
L.Marbun (Jambang) Memberikan Keterangannya kepada Wartawan saat mendatangi kantor BPN di Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Selasa 18 September 2018.

Tapteng – Sejumlah warga Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, Selasa 18 September 2018.

Kedatangan warga di kantor BPN Tapteng ini mempertanyakan status kepemilikan tanah mereka yang hingga kini belum diterbitkan sertifikatnya, lantaran ada pihak yang menyatakan keberatan.

L Marbun perwakilan warga mengungkapkan persoalan yang menimpa mereka tersebut sebelumnya telah disampaikan ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta, belum lama ini.

“Pak Hotman Paris Hutapea menyarankan kepada kami untuk menanyakan hal ini langsung ke kantor BPN Tapteng. Maka kami pun mendatangi kantor BPN Tapteng,” ungkap L Marbun yang akrab disapa Jambang ini.

Dia menuturkan, gara-gara adanya keberatan dari pihak Mery Hutagalung dan Rugun Panjaitan, proses penerbitan sertifikat tanah mereka di Kelurahan Sibuluan Terpadu menjadi terkendala.

“Ironisnya, pihak yang keberatan (Mery Hutagalung dan Rugun Panjaitan,red), lokasi tanahnya itu di Desa Martua Tukka Satu, tapi mereka tetap ngotot mengatakan tanahnya di tanah kami (Kelurahan Sibuluan Terpadu,red),” tutur Jambang.

Dia menegaskan, tanah mereka ini ada lokasinya dan ada gambarnya yang dibuat tahun 1997.

“Terkait masalah ini, pada 2016 lalu saya sudah pernah saya komplain ke pihak BPN, pada waktu itu sudah kami terangkan bahwa lokasi tanah Rugun Panjaitan dan Mery Hutagalung bukan di Kelurahan Sibuluan Terpadu, tetapi di Desa Martua Tuka Satu,” bebernya.

Menurut Jambang yang nge Fans dengan Hotman Paris Hutapea, dirinya bersama warga akan tetap menuntut hak atas tanah yang telah dikuasai.

“Surat tanah kami sudah ditanda tangani oleh Kelurahan supaya bisa dinaikkan menjadi sertifikat hak milik,” ketusnya dengan memakai topi bertuliskan fans Hotman Paris.

Dia menambahkan, pihaknya memberi waktu dua minggu kepada BPN untuk menuntaskan persoalan tersebut.

“Kalau tidak tuntas juga, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Jambang.
Dalam pertemuan ini, pihak BPN Tapteng menyatakan akan melakukan mediasi yakni, mempertemukan kedua pihak, duduk bersama mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami hanya memberikan solusi, memang segala sesuatu jika ada yang bermasalah, seharusnya dimusyawarahkan, setelah dapat nanti hasil keduanya baru kita cari penyelesaiannya, kita harus menilai dulu kedua belah pihak mana yang benar dan yang salah,” ujar Azhari P Nasution petugas BPN.

Doli Lubis juga petugas BPN menambahkan, Surat Izin Menggarap (SIM) lahan seluas 500 hektar akan dihitung dulu.

“Kita tidak bisa melayani satu pihak saja. Saya rasa jalan tengahnya lebih baik mediasi dulu, baru kemudian turun ke lapangan untuk menunjukkan di mana lokasinya masing-masing,” ujar Doli.

Jambang kemudian menyatakan, dirinya bersama warga siap menunggu solusi dari BPN. Syaratnya, BPN harus menghadirkan pemilik tanah.

“Kemudian bawa suratnya sama-sama, kita dudukkan lalu turun ke lapangan, kami tidak mau perwakilan, harus pemiliknya langsung,” tegasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *