Bakhtiar Sebut Sebelum jadi Bupati, 249 Kilometer Jalan Tapteng Hancur

  • Whatsapp
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani (Baju Putih). (FOTO: istimewa)

Sibolga – Ikatan Wartawan Online atau IWO menggelar ngobrol santai bersama Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul di Kopi Mamak, di Jalan Horas Sibolga, Sabtu (1/12).

Ketua IWO Sibolga Tapteng Damai Mendrofa mengungkapkan, kegiatan dialog seperti ini merupakan program rutin IWO. Ketimbang debat kusir di media sosial, lebih baik berdialog langsung.

Bacaan Lainnya

Dengan dialog langsung seperti ini, informasi yang diperoleh tidak simpang siur, tidak hoax, dan lebih terarah, terutama terhadap proses pembangunan di daerah.

“Kiranya dialog kita ini bermanfaat bagi rekan wartawan, dan informasi yang disampaikan ke masyarakat menjadi lebih jelas,” kata Damai.

Pada kesempatan ini, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani memaparkan sejumlah capaian program pembangunan yang telah dilaksanakan selama dirinya bersama Darwin Sitompul memimpin Tapteng.

“Tujuan pembangunan adalah meningkatkan ekonomi masyarakat. Kita bicara fakta, jangan hoax. Meski disadari, pembangunan itu tidak langsung selesai. Kami ditinggalkan 249 kilometer jalan yang hancur sebelum kami jadi bupati dan wakil bupati,” ungkap Bakhtiar.

Dia menjelaskan, sejak dilantik Mei 2017, pihaknya cuma meneruskan program yang sudah berjalan. Maka, program pembangunan di masa mereka memimpin dimulai di P-APBD 2017 hingga sekarang.

Pada 2018, ada alokasi dana yang disiapkan Rp141 miliar lebih untuk membangun jalan kabupaten 74,97 kilometer. Lanjut pada 2019 nanti, ada pembangunan jalan 40,740 kilometer.

Disebutkan, pembangunan jalan kabupaten akan terus digenjot hingga 2020 mendatang, sehingga ditargetkan pada 2021 tidak ada lagi jalan yang rusak di Negeri Wisata Sejuta Pesona itu.

Sambungnya lagi, untuk menggerakkan sektor pariwisata harus didukung infrastruktur jalan yang bagus. Kalau jalan tidak bagus, maka pariwisata tinggal angan-angan,” ujarnya.

Masih Bupati Tapteng menambahkan, selain jalan kabupaten yang ditalangi APBD Tapanuli Tengah, ada pula jalan yang dianggarkan melalui alokasi APBN.

“Kalau jalan APBN yang rusak, janganlah kami yang disalahkan. Contoh jalan lintas menuju barus (APBN) rusak, itu bukan urusan kabupaten. Namun begitu, kita berusaha melobi pemerintah pusat, melalui Kementerian PU untuk membangun jalan di Tapteng,” timpalnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *