oleh

Syarfi Geram, Banyak Pelajar Main di Warnet Hingga Dinihari

Sibolga – Isu hoaks tsunami di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Kamis dini hari, 10 Januari 2019 kemarin, telah membuat keresahan di masyarakat. Sejak pukul 01.00-04.00 WIB, ribuan warga berhamburan keluar rumah berupaya menyelamatkan diri.

Fenomena ini pun mengundang keprihatinan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk. Pada dini hari itu juga, dia bersama Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja, berkeliling untuk menenangkan warga dan mengajak kembali ke rumah.

Tetapi, ada pemandangan lain hingga membuat Syarfi kecewa dan marah. Saat berkeliling di Jalan KH Ahmad Dahlan, ia menemukan 7 anak usia sekolah (pelajar) sedang asik bermain di Warnet. Ketika ditanyai, ada yang mengaku pelajar SD dan SMP.

Syarfi kemudian meminta aparat kelurahan dan kecamatan bersama Satpol PP rutin merazia Warnet yang beroperasi lewat jam sesuai Perwal.

Diketahui, Perwal Sibolga Nomor 14/2017, jelas mengatur jam operasional Warnet, yaitu hingga pukul 24.00 WIB pada hari kerja (sekolah), dan hingga pukul 02.00 Wib pada hari libur. “Tindak tegas, cabut izin dan tutup Warnet yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Syarfi juga menyesalkan sikap orangtua yang seolah tak peduli pada anaknya. Membiarkan anak-anak berkeliaran hingga dini hari.

“Sudah jam segini, kok para orang tua tidak mencari anaknya yang masih berkeliaran. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri membina generasi kita, kalau ternyata orangtua bersikap masa bodoh terhadap anak-anaknya,” imbuhnya. (snt)

Loading...

Komentar