oleh

Jalan Berlumpur, Putra Daerah Kesal, Khottob: Sering Dilewati Bupati Madina

SmartNews, Madina – Akses jalan dari Penyabungan Kota menuju tiga desa, yakni Desa Aek Mata, Siobon Jae dan Siobon Julu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), kondisinya kini memprihatinkan.

“Jalan berlumpur ini tak jauh dari pusat kota Penyabungan, sepanjang sekitar 7 kilometer,” ujar Khottob Nasution, selaku putra daerah, kepada SmartNews, Selasa (23/7/2019).

Menurut Khottob, belum pernah ada pengaspalan sejak jalan tersebut ada, padahal lokasinya tak jauh dari ibukota kabupaten.

“Sangat kita sayangkan karena selama bertahun-tahun jalan ini tak pernah diaspal. Memang pemerintah setempat pernah memberi isyarat seolah akan melakukan perbaikan, namun jalan itu hanya diukur-ukur saja,” beber Khottob.

Pria yang kini menetap di Kabupaten Tapanuli Tengah itu mengaku Bupati Madina sudah sering melintasi daerah itu.

“Seharusnya Bupati Madina memperhatikan jalan itu, karena beliau sudah sering melintasi jalan itu. Bukan dibiarkan seperti sekarang ini. jalannya berlumpur. Apalagi kalau hujan sangat sulit dilalui kenderaan,” ungkap Khottob.

“Namun hendaknya daerah kami jangan hanya dikunjungi Pak Bupati seolah seperti berwisata, tetapi melakukan perubahan untuk melakukan pembangunan jalan tersebut,” ketusnya.

Mobil Kesulitan Melintasi Jalan Berlumpur. (Foto: dok-istimewa)

Dia mengatakan, dulunya jika ada warga yang sakit atau mau melahirkan dibawa pakai tandu, sehingga tidak jarang ditengah jalan atau belum sampai ke rumah sakit setempat sudah meninggal.

“Selaku putra daerah, saya sangat berharap agar kondisi jalan tersebut menjadi perhatian bupati, apalagi bupati sudah pernah melihat langsung keadaan desa itu,” pintanya.

“Saya juga telah mengambil dokumen kondisi jalan tersebut dan menginformasikannya langsung kepada Bupati Madina lewat pesan tertulis WhatsApp. Karena sewaktu Pilkada lalu, beliau pulang kampung, dan kami dipanggung bernyanyi waktu itu untuk menuntaskan kondisi jalan tersebut,” bebernya.

Belum diperoleh konfirmasi dari Dinas PUPR Madina terkait keluhan warga ini. (red)

Loading...

Komentar